Selasa, 21 April 2026

Virus Corona di Balikpapan

Data Covid-19 Terlambat, Mungkinkah Berpengaruh Pada Zonasi PPKM Mikro di Balikpapan

Perubahan sistem aplikasi dalam pendataan Covid-19 diharap tak berpengaruh dengan penerbitan zonasi PPKM Mikro.

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Warga Balikpapan disiplin menggunakan masker untuk menghindari atau mencegah penyebaran virus Corona di area publik. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Perubahan sistem aplikasi dalam pendataan Covid-19 diharap tak berpengaruh dengan penerbitan zonasi PPKM Mikro.

Pasalnya, perubahan sistem tersebut membuat Satgas Covid-19 terlambat dalam menginformasikan penambahan kasus.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Keamanan dan Penegakan Hukum Satgas Covid-19 Kota Balikpapan, Zulkifli.

Baca juga: Tinjau PPKM Mikro di Balikpapan, Walikota Rizal Effendi Sebut Zona Hijau Meningkat Pekan Ini

Baca juga: PPKM Mikro Kembali Diperpanjang, Pemkot Bontang Bolehkan Gelar Pasar Ramadhan

Ia tak memungkiri bahwasannya perubahan sistem terkait data Covid-19 yang diterbitkan berkaitan langsung dengan perzonasian.

"Saya kemarin pesan kepada Kadinkes, jangan sampai ada keterlambatan. Karena ada dua hal yang perlu diperhatikan," katanya, Rabu (24/3/2021).

Adapun dua hal yang dimaksud ialah, data kasus penyebaran Covid-19 yang digunakan untuk menetapkan zonasi dalam PPKM Mikro.

Sebab, data dasar yang digunakan untuk menerapkan kebijakan suatu wilayah pemukiman menggunaman data milik Dinas Kesehatan.

Baca juga: PPKM Mikro Balikpapan Masuk Jilid Tiga, Usulan Anggaran Refocusing Belum Klir

Baca juga: Anggaran Operasional Satgas RT di Balikpapan dalam PPKM Mikro, Wakil Ketua DPRD Angkat Suara

"Jangan sampai terlambat, karena setelah data keluar kemudian diverivikasi melalui lurah dan RT," terangnya.

Selain itu, keterlambatan data bisa berpengaruh pada kebijakan relaksasi yang diberikan kepada masyarakat.

"Tapi mudah-mudahan peralihan proses perubahan data ini bisa lancar," ujarnya.

Zulkifli menjelaskan pihaknya perlu langkah cepat yang mengacu pada data. Sebab ia harus berkordinasi dengan RT dan Lurah.

Baca juga: Efektif Tekan Kasus Corona, PPKM Mikro di Balikpapan Bakal Diperpanjang Lagi

Baca juga: Ketua IDI Sarankan Pemkot Bontang tak Perlu Memperpanjang PPKM

Hal tersebut akan berkaitan dengan keperluan isolasi mandiri dan tracing di wilayah pemukiman.

"Gerak cepat yang sangat bagus di PPKM Mikro kita berkaitan dengan masalah itu," pungkasnya.

Mutasi Corona B117 di Balikpapan

Berita sebelumnya. Kementerian Kesehatan terus memperluas tracing terhadap kontak erat warga yang terdeteksi varian baru Virus Corona B117 di Balikpapan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, varian baru Virus Corona B117 terdeteksi pada TKI asal Balikpapan yang baru saja pulang dari Arab Saudi.

Walikota Balikpapan, Rizal Effendi mengatakan ada 14 orang yang saat ini masuk dalam hasil tracing, di antaranya 4 orang merupakan keluarga, 7 orang merupakan teman masjid dan teman ronda.

Baca juga: Mutasi Virus B117 di Balikpapan, Kemenkes Bawa 5 Hasil Tracing ke Lab Jakarta

Baca juga: Dua Hari Kemenkes Lakukan Tracing, Kasus Baru Mutasi Virus B117 Terdeteksi di Balikpapan

"Diminta juga yang positif di wilayah itu pada tanggal 21 Februari ke atas ada 2 orang dan kemudian yang perjalanan ada satu orang," katanya, Rabu (10/3/2021).

Sementara itu, hingga saat ini Satgas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan juga belum menerima hasil spesimen daripada tracing kontak erat.

"Hasilnya belum karena harus dikirim ke Jakarta untuk serumnya baru diketahui dua minggu," ujarnya.

Adapun tracing kontak erat tersebut juga dilakukan kepada keluarga dan kontak erat di lingkungan.

Selain itu, tracing kontak erat di pesawat juga dilakukan, yakni ketika yang bersangkutan berada dalam penerbangan Jakarta menuju Balikpapan.

"Kita dibantu oleh KSOP. Mereka yang tahu duduk di seat mana. Kebetulan pada saat itu di peberbangan penumpang hanya sedikit," tuturnya.

Berdasar informasi yang didapat, ada beberapa orang yang duduk di area kiri-kanan muka dan satu orang di belakang.

Namun, mereka dipastikan dalam kondisi sehat dan tengah bekerja di luar kota, akan tetapi pemeriksaan tetap dilakukan dan semua koperatif.

"Spesimen yang diperiksa hari ini tambah satu orang di Muara Jawa, dan masih ada 2 yang dicari karena mereka masuk ke pedalaman," ujarnya.

Sembari menunggu hasil tracing dari Kemenkes, Satgas Covid-19 Balikpapan meminta Satgas RT bersama untuk melakukan pengawasan.

"Satgas RT kita minta bersama-sama Babinsa dan Babinkamtibmas untuk mengawasi wilayah Balikpapan Timur," tuturnya.

Baca juga: Varian Virus Corona B117 Masuk Balikpapan, Bupati Bulungan Syarwani Minta ASN tak Keluar Daerah

Baca juga: Mutasi Virus B117 Terdeteksi di Balikpapan, TKI dari Arab Saudi Terpapar, Begini Kronologinya

Tracing Anak Reaktif Antigen

Pemerintah Kota Balikpapan hingga saat ini masih menunggu hasil spesimen kontak erat terhadap warga yang terdeteksi mutasi virus B117.

Namun begitu, Walikota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan pihaknya terus meningkatkan kewaspadaan.

Pasalnya hasil Rapid Test Antigen salah satu anggota keluarga, yakni anak yang bersangkutan dinyatakan reaktif.

"Yang perlu kita waspadai anak yang terkonfirmasi B117 reaktif antigen. Kita tunggu hasilnya, mungkin hari ini atau besok akan keluar dari Jakarta," ujarnya.

Sebagai informasi, pemerintah Kota Balikpapan baru saja mendapat laporan terkait kasus ini beberapa hari lalu.

Tepatnya di hari Minggu (7/3/2021), Kementerian Kesehatan menyampaikan ada deteksi kasus di Balikpapan pada Pemerintah Kota Balikpapan.

Baca juga: Antisipasi Mutasi Virus Baru Covid-19, Kadinkes Kutim Ingatkan untuk Vaksinasi dan Disiplin Prokes

Baca juga: TKI yang Terpapar Corona B117 Tolak Isolasi di Embarkasi, Walikota Balikpapan Imbau Pakai Masker

Hal tersebut langsung mendapat tindaklanjut. Dinas Kesehatan Kota Balikpapan kemudian berkordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi.

"Puskesmas pun saat itu langsung mencari tahi, benar atau tidak. Tapi Semua yang di tracing dalam kondisi sehat," imbuhnya.

Sementara itu, pihaknya juga masih belum mendapatkan hasil pemeriksaan kterhadap 14 orang yang merupakan hasil tracing.

Berdasar informasi, adapun hasil spesumen baru akan keluar setelah dua minggu ke depan. Sebab dibutuhkan serum khusus.

"Hasilnya belum karena harus dikirim ke Jakarta untuk serumnya baru diketahui dua minggu," pungkasnya.

Sebagai informasi, varian baru virus Corona B117 diketahui terkonfirmasi pada TKI asal Balikpapan.

Ia merupakan laki-laki (48), pekerja pertambangan yang berdomisili di Manggar, Balikpapan Timur.

Kronologinya, TKI asal Balikpapan tersebut kembali tiba di Indonesia pada tanggal 5 Februari 2021. Kemudian melakukan karantina di wisma atlet Jakarta hingga tanggal 19 Februari 2021.

Selanjutnya, ditanggal 20 Februari 2021 TKI tersebut mendapat hasil negatif swab test. Sehingga di tanggal 21 Februari 2021, kembali ke Balikpapan.

Berita tentang Balikpapan

Penulis Miftah Anggraini | Editor: Budi Susilo

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved