Berita Kukar Terkini
Aliran Lumpur Diduga Limbah Pabrik, Cemari Air Sangasanga Dalam, Pihak Perusahaan Angkat Bicara
Terkait adanya dugaan limbah perusahaan yang mencemari air di sepanjang aliran parit hingga ke sungai di sekitar Kelurahan Sangasanga Dalam.
Penulis: Aris Joni | Editor: Budi Susilo
Pasalnya, limbah kimia dari perusahaan tersebut membuat air di sepanjang parit dan pinggiran sungai menjadi keruh dan berubah warna.
Adanya pencemaran limbah tersebut diketahui warga sejak Selasa pagi, (6/4/2021) kemarin.
Baca Juga: Volume Limbah Medis Meningkat, Balikpapan Catat 2,3 Ton Selama Pandemi
Baca Juga: Manfaatkan Limbah Pabrik Kelapa Sawit, DSNG akan Bangun 6 Pabrik BIO CNG Untuk Energi Terbarukan
Seorang warga setempat, Nugraha menerangkan, warga mengetahui parit tersebut tercemar pada pagi hari kemarin dan langsung melaporkan ke RT dan pemeritah setempat.
Akhirnya pada sore hari kemarin pihak kelurahan, warga dan beberapa perwakilan perusahaan dari Pertamina EP V Sangasanga langsung menindaklanjuti masalah tersebut.
“Sudah dipastikan chemical dari limbah yang sengaja dibuang oleh kontraktor Pertamina yaitu Halliburton. Kemarin disidak sama lurahnya ke sana kemudian warga juga menuntut terjadi pencemaran tersebut,” ungkapnya.
Ia juga membenarkan, bahwa sejak kejadian pada pagi hari, baru sore hari pihak perusahaan merespon adanya limbah tersebut.
Baca Juga: Sejak Pandemi Covid-19 di Kukar, Limbah Medis Meningkat, Rumah Sakit dan Puskesmas Keluar Anggaran
Baca Juga: Walhi Kaltim Sebut Pencemaran Alam dari Limbah FABA dan Sawit Semakin Memperparah Lingkungan.
“Sore pihak Pertamina sudah direspon, memang dia (fix punya Pertamina). Kemarin kan juga ada rembuk sama warga dan lurah terus Pertamina juga,” ujarnya. Rabu, (7/4/2021).
Sementara itu, Lurah Sangasanga Dalam, Mulyadi juga membenarkan kejadian pencemaran limbah di sepanjang aliran parit dan pinggiran sungai di wilayah tersebut.
Ia juga membenarkan bahwa limbah kimia tersebut dari Pertamina, tapi sudah di koordinasikan dan langsung dilakukan pertemuan pada sore hari kemarin.
“Yang dibahas penanganan secepatnya karena itu hanya limbah pembersihan pengeboran,” tutur Lurah.
Saat ditanya apakah limbah tersebut berbahaya, dirinya belum bisa memastikan karena masih dalam tahap uji lab.