Berita Kukar Terkini
Aliran Lumpur Diduga Limbah Pabrik, Cemari Air Sangasanga Dalam, Pihak Perusahaan Angkat Bicara
Terkait adanya dugaan limbah perusahaan yang mencemari air di sepanjang aliran parit hingga ke sungai di sekitar Kelurahan Sangasanga Dalam.
Penulis: Aris Joni | Editor: Budi Susilo
Tetapi ucap Mulyadi, pihak perusahaan limbah tersebut tidak terlalu berbahaya, karena bahan chemical itu hanya untuk pembersihan alat.
“Limbahnnya sudah dipinggir sungai, tapi tidak luas karena sempat ditutup, dibikin balongan di atas,” terangnya.
Mulyadi juga menyebutkan, terdapat beberapa biota air yang mati seperti ikan-ikan jenis tempakul dan ikan gabus akibat dampak dari limbah yang sudah masuk hingga ke pinggir sungai itu.
“Kalau ikan-ikan milik warga tidak ada disini,” singkatnya.
Baca Juga: Korea Tewarkan Kerjasama Pengelolaan Limbah, Ini Penjelasan Walikota Samarinda Andi Harun
Baca Juga: Berikut Penjelasan Walikota Samarinda Andi Harun, Soal Surat Kerjasama Kelola Limbah dari Korea
Lanjut dia, Kondisi limbah sudah teratasi kemarin sore, sehingga limbah yang dari daerah dataran atas tepatnya di lokasi pengeboran yang berada di RT 23 sudah tidak turun lagi ke dataran bawah.
“Hanya dipinggiran sungai di RT 18 dan 10 kelurahan sanga sanga dalam yang terdampak cukup parah, karena mereka menggunakan air sungai untuk aktivitas, kemudian ada juga nelayan udang disekitar situ. Untuk jarak dari lokasi ke sungai itu sekitar 2,5 kilometer,” jelasnya.
Dirinya menambahkan, kejadian adanya pencemaran limbah di daerah tersebut sudah terjadi dua kali dalam bulan ini.
Kejadian yang pertama dari perusahaan pertaminanya, namun yang kedua ini dari sub kontraktornya yang mengerjakan pengeboran yakni Halliburton.
“Sudah mengebor ini mereka kan membersihkan alat dan semenisasi lokasi itu. Nah air pembersihan nya itu turun ke parit. Parit ini kami bikin baru, dan pembuangannya langsung ke sungai, nah turunlah limbahnya dipinggir sungai itu,” paparnya.
Ia juga menegaskan, belum ada dari pihak instansi pemerintah seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) atau Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim yang datang meninjau, hanya pihaknya bersama ketua RT dan warga saja yang mendatangi kantor perusahaan tersebut untuk meminta kejelasan terkait penindaklanjutan dan antisipasi dari masalah tersebut.
“Kami langsung ke Kantor Pertamina mendampingi RT dan warga untuk meminta kejelasan masalah atau tindaklanjutnya dan antisipasinya. Warga juga minta air bersih, Karena kemarin kebetulan PDAM mati, tandasnya.
Dari hasil pembicaraan dengan pihak perusahaan ucap dia, ada kompensasi untuk warga, namun harga tuntutan belum ada.
“Kita baru menyampaikan kemarin untuk berapa besarannya, warga tidak menuntut banyak yang penting ada aja lah,” tutup Mulyadi.
Penulis Aris Joni | Editor: Budi Susilo