Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

Minimalisir Tindak Asusila Terhadap Anak, Ketua LPAI Seto Mulyadi Singgung Sparta dan Swarga

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi mengatakan, kejadian yang dialami pelajar SMP asal PPU berinisial PD (14) memprihatinka

Penulis: Mohammad Zein Rahmatullah | Editor: Samir Paturusi
Twitter.com
Ketua LPAI, Seto Mulyadi mengatakan agar dapat menekan kekerasan seksual, dapat dilakukan dengan pembentukan seksi khusus di tingkat RT/RW. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan kasus tindak asusila perlu mendapat perhatian, kendati hanya 1 kasus.

Mulai dari pencegahan hingga penegakan hukum bagi pelaku agar berdampak terhadap menurunnya kasus kekerasan seksual, utamanya terhadap anak di bawah umur.

Pasalnya, perbuatan asusila yang kemudian menimpa anak di bawah umur, bisa jadi menyisakan trauma mendalam bagi korban.

Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi mengatakan, kejadian yang dialami pelajar SMP asal PPU berinisial PD (14) dinilai memprihatinkan.

"Tapi marilah kita bukan hanya sibuk semacam pemadam kebakaran saja. Tapi juga dipikirkan langkah pencegahan.Ibaratnya melindungi itu perlu orang sekampung," ujar Seto melalui sambungan seluler, Rabu (15/9/2021).

Baca juga: Ketua DPRD Balikpapan Usulkan Oknum Dosen Cabuli Pelajar Dihukum Kebiri

Baca juga: KPAI Ikut Kawal Proses Hukum Kasus Pencabulan Oknum Dosen di Balikpapan

Baca juga: Pasca Terjerat Hukum Karena Kasus Pencabulan, Oknum Dosen AL Gandeng 2 Pengacara di Balikpapan

Sehingga untuk menekan peluang kejahatan seksual, menurut Seto, perlu mengerahkan berbagai pihak untuk memberi rasa aman terhadap anak-anak.

Bahkan kalau perlu, hingga tingkat RT dilengkapi seksi perlindungan anak. Sebab untuk skala KPAI sendiri dinilai terlalu jauh untuk melakukan perlindungan anak di tingkat desa atau RT.

"RT itu kan ada sekretaris dan ada kepala seksi. Biasanya Kepala Seksi itu seksi kebersihan, keamanan, acara. Tambah aja seksi lagi untuk perlindungan anak," ulas Seto.

Dengan adanya seksi tersebut, bagi Seto, dapat menjadi wadah untuk melaporkan gejala bahaya pedofilia. Sekaligus memberi kampanye terhadap orangtua demi menjaga anak-anaknya.

Menurut Seto, orangtua memiliki peran vital dalam menjaga anak-anaknya dari bahaya. Sehingga orangtua perlu menjadi sosok pendengar yang baik untuk berbagai masalah yang tengah dihadapi sang anak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved