Mata Najwa

Di Mata Najwa, Kuasa Hukum Korban Rudapaksa Ayah di Luwu Timur Ungkap Fatalnya Pemeriksaan Polisi

Kasus dugaan rudapaksa yang dilakukan seorang ayah terhadap tiga anak kandungnya di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan menjadi sorotan di acara Ma

Penulis: Justina | Editor: Syaiful Syafar
YouTube Najwa Shihab
Rezky Pratiwi, kuasa hukum tiga korban anak-anak kasus dugaan rudapaksa ayah kandung di Luwu Timur saat tampil di acara Mata Najwa tadi malam, Rabu (13/10/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO - Acara Mata Najwa tadi malam, Rabu (13/10/2021), turut menyoroti kasus dugaan rudapaksa yang dilakukan seorang ayah terhadap tiga anak kandungnya di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Seperti diketahui, kasus tiga tahun lalu tersebut kembali ramai jadi sorotan setelah diunggah dan viral di media sosial.

Media massa dan sejumlah kalangan menyoroti hal tersebut lantaran belum adanya kepastian hukum terkait apa yang dialami korban.

Saat menjadi bintang tamu di acara Mata Najwa, kuasa hukum korban angkat bicara.

Baca juga: Tema Mata Najwa Malam Ini 'Apa Iya #PercumaLaporPolisi', Sorot Kasus Viral Rudapaksa di Luwu Timur

Baca juga: Buka-bukaan di Mata Najwa, Peneliti Ini Sebut Tugas Utama Milter untuk Perang, Bukan Berpolitik

Baca juga: Di Mata Najwa, Nafa Urbach Dicecar Najwa Shihab Kenapa Data Pribadinya Bocor ke Pinjol Ilegal

Rezky Pratiwi selaku kuasa hukum korban mengatakan, bahwa saat ini korban sedang berada di tempat yang aman.

Korban sedang dalam proses menyesuaikan situasi terhadap pemberitaan yang sangat ramai.

Terkait pernyataan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar yang menilai Polres Luwu Timur tidak profesional dalam mengusut kasus, Rezky Pratiwi menilai bahwa yang menjadi catatan penting dalam kasus tersebut adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh polisi terhadap korban yang masih anak-anak tidak didampingi orangtua atau pendamping sosial maupun orang yang dipercaya korban.

"Jadi dalam pemeriksaan hanya ada polisi dan anak. Ini yang menurut kami sangat fatal karena akibatnya dalam berita acara fakta-fakta kejadian tidak terungkap utuh lengkap.

Dan itu hanya dilakukan satu kali saja tanpa bantuan dari ahli atau pihak yang bisa memudahkan anak untuk menceritakan fakta-fakta tersebut.

Kemudian ibu korban hanya diminta tanda tangan setelah proses itu selesai," beber Rezky Pratiwi di acara Mata Najwa tadi malam.

Baca juga: BABAK Baru Dugaan Rudapaksa di Lutim Viral, Istana Desak Polisi hingga Polri Terjunkan Tim Khusus

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved