Breaking News:

Berita Kubar Terkini

Harga Sembako di Kutai Barat Cenderung Stabil, Pasokannya Cukup

Harga Kebutuhan pokok di seluruh pasar tradisional Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur, dinilai cenderung stabil

Penulis: Zainul | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
Ilustrasi suasana pasar tradisional di Kutai Barat. Harga dan pasokan kebutuhan pokok di pasar tradisional Kutai Barat cenderung stabil, Kamis (14/10/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Harga Kebutuhan pokok di seluruh pasar tradisional Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur, dinilai cenderung stabil.

Hal itu juga dibuktikan pemkab Kubar saat melakukan sidak di sejumlah pasar tadisional oleh Wakil Bupati Kutai, H. Edyato Arkan, beberapa waktu lalu.

Wabup Edyanto Arkan mengatakan, pada masa pandemi Covid-19 saat ini pihaknya terus berupaya menjamin ketersedian pasokan dan kesetabilan harga barang kebutuhan pokok yang ada di pasaran.

"Saya juga sudah melakukan tinjauan kemarin. Stok dan harga barang kebutuhan pokok di pasar tradisional wilayah Kecamatan Melak," katanya kepada TribunKaltim.co pada Kamis (14/10/2021).

Baca juga: Antrean Panjang di SPBU Daerah Kutai Barat, Pemkab Kubar Mencari Solusi

Baca juga: Stok Bahan Pokok Aman saat PPKM Darurat, Berikut Daftar Harga Sembako di Balikpapan

Baca juga: Harga Sembako di Tarakan, 3 Hari Sebelum Idul Fitri, Pembelian Ikan Sepi Dampak dari Covid-19

Salah satunya Pasar Olah Bebaya, cukup stabil dan aman.

Dia menyebutkan, dari hasil peninjauan yang dilakukan harga yang ada di masyarakat tidak bergejolak.

Baik itu, harga kebutuhan pokok maupun barang lainnya.

Seperti di antaranya; harga ikan dalam keadaan normal, berkisar Rp 30.000 sampai Rp 40.000 per kilogramnya.

Baca juga: Idul Adha Dilaksanakan Terbatas, Pemkot Samarinda Pastikan Harga Sembako, Listrik dan Air Stabil

Jadi pasokan barang kebutuhan pokok lainnya masih tersedia dan cukup.

Seperti cabe, sayur-sayuran, stoknya ada dan harganya pun stabil.

Ini juga perlu diingatkan para pedagang agar terus menjaga antara kebutuhan dengan pasokan dan penyediaan.

"Sehingga tidak terjadi gejolak harga," ujarnya. 

Apabila ini, terus dipertahankan antara penyuplai dengan permintaan, maka harga yang terjadi itu adalah harga normal. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved