Breaking News:

Berita Kutim Terkini

Tahun 2021 UMK Kutim Capai Rp 3,14 Juta, Dewan Pengupahan Belum Bahas untuk Nilai UMK 2022

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kutai Timur belum membahas penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2022.

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO
Kepala Disnakertrans Kutim, Sudirman Latief mengatakan pihaknya akan membahas penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2022 bersama serikat pekerja dan Apindo Kutim. TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kutai Timur belum membahas penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2022.

Kepala Disnakertrans Kutim, Sudirman Latif mengatakan, pihaknya akan membahas UMK bersama serikat pekerja dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

“Semoga dapat diformulasikan dengan baik. Kami juga akan terlibat dalam pembahasan tersebut,” ujarnya kepada awak media, Selasa (16/11/2021).

Baru-baru ini, Upah Minimum Provinsi (UMP) sudah ditetapkan, yakni bertambah 1,11 persen untuk 2022 mendatang.

Terdapat kenaikan UMP dari yang sebelumnya Rp 2.981.378 menjadi Rp 3.014.497, atau mengalami kenaikan sebesar Rp 33.118.

Baca juga: UMK 2022 Samarinda Masih Dibahas, Dewan Pengupahan Tunggu UMP Resmi Diumumkan

Baca juga: Kepala Disnakertrans Tana Tidung Sebut, Pembahasan UMK Digelar Akhir November 2021

Baca juga: Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia Minta Naik Upah Minimum Tahun 2022, Berikut Besarannya

Kendati penentuan UMK, kini mengikuti aturan PP nomor 36/2021 tentang Pengupahan yang merupakan turunan dari UU nomor 11/2020 tentang Cipta Kerja.

Sudirman Latief tidak bisa memastikan apakah UMK Kutai Timur di tahun 2022 mengalami kenaikan atau justru penurunan.

Hal tersebut sebab perlu pertimbangan dengan melihat besaran pertumbuhan ekonomi daerah dan persoalan ketenagakerjaan, termasuk juga kemampuan daya beli masyarakat, serapan tenaga kerja dan rata-rata upah yang diterima oleh pekerja.

“Belum bisa dipastikan ya. Apalagi sejauh ini nilai UMK kita sudah lebih tinggi dari UMP yang baru ditetapkan,” ujarnya.

Berdasarkan ketetapan, UMK Kutim tahun 2021 disepakati senilai Rp 3.140.000, yang nilai tersebut lebih tinggi dari UMP Kaltim.

Baca juga: Ada Harapan Upah Naik Meski 25 Provinsi Sepakat tak Naikkan Upah Minimum 2021, Begini Kata Pengusaha

Disnakertrans belum dapat memastikan terkait penetapan UMK tahun depan dan sepenuhnya menyerahkan ketetapan pada pembahasan yang akan dijalankan oleh Dewan Pengupahan.

“Jadi semuanya kini tergantung dari pembahasan Serikat Pekerja dan Apindo saja,” tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved