Breaking News:

Berita DPRD Samarinda

Komisi II DPRD Samarinda Minta Pemkot Awasi Aktivitas Pedagang Tepian Mahakam Secara Intensif

Rencana dibuka kembali aktivitas pedagang di Tepian Mahakam Samarinda dilakukan pada 20 November 2021.

Penulis: Hanifan Ma'ruf | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/HANIVAN MA'RUF
Anggota Komisi II DPRD kota Samarinda, Laila Fatiha. TRIBUNKALTIM.CO/HANIVAN MA'RUF 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Rencana dibuka kembali aktivitas pedagang di Tepian Mahakam Samarinda dilakukan pada 20 November 2021.

Mengenai rencana itu Komisi II DPRD Samarinda meminta agar pemerintah kota dapat melakukan pengawasan secara intensif aktivitas pedagang dan masyarakat di kawasan tepian setelah dibuka kembali.

Anggota komisi II DPRD Samarinda, Laila Fatiha menyarankan agar dibuat pos penjagaan terpadu yang diisi petugas Satpol PP dan dinas-dinas terkait di area aktivitas pedagang yang telah ditentukan.

"Pemkot harus melakukan pengawasan secara berkelanjutan, selain Samarinda masih PPKM Level 2, agar juga bisa mengamankan dari gangguan preman serta gelandangan dan pengemis (gepeng)," sebut Laila, Rabu (17/11/2021).

Penjagaan bisa dilakukan bergantian, yang penting menurut Laila suasana dan aktivitas pedagang yang dibuka kembali bisa kondusif dan aman.

Baca juga: Komisi III DPRD Samarinda Sebut Butuh Normalisasi Drainase untuk Atasi Banjir

Baca juga: DPRD Samarinda Harapkan Tim Akselerasi Pembangunan Dapat Bantu Pengembangan Ekonomi

Baca juga: Komisi IV DPRD Samarinda Dorong Revisi Perda Perlindungan Anak

Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut juga menekankan agar pengelolaan serta pungutan atau retribusi yang ditarik dalam aktivitas pedagang di tepian itu bisa langsung dilakukan dan dikelola oleh pemkot.

"Itu untuk menghindari kebocoran PAD (Pendapatan Asli Daerah) dengan adanya pungli-pungli oleh oknum yang tak bertanggung jawab," lanjutnya.

Pembukaan kembali kawasan tepian untuk aktivitas pedagang sendiri diputuskan oleh Pemkot Samarinda setelah 6 bulan kawasan pinggir sungai Mahakam itu ditutup dari kegiatan Pedagang Kaki Lima (PKL).

Baca juga: Komisi II DPRD Samarinda Bertemu Direksi Baru PDPAU, Harap Bisa Sumbang untuk PAD

Pemkot juga bekerja sama dengan Bankaltimtara dalam penyediaan rombong atau gerobak dagang yang seragam agar kegiatan pedagang di kawasan tepian bisa menggambarkan suasana yang seragam.

Ada 27 rombong yang diberikan oleh Bankaltimtara melalui program CSR nya, dan Pemkot Samarinda sendiri masih membatasi jumlah rombong dagang di kawasan tepian sebanyak 27 rombong tersebut.

"Dengan adanya fasilitas tersebut, diharapkan pedagang yang sudah diizinkan berjualan lagi tidak menambah rombong baru dari yang sudah ditetapkan pemkot, setelah berjualan bisa dirapikan agar saat siang hari kawasan tepian bisa terlihat rapi," pungkas Laila. (ADV)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved