Berita Nasional Terkini

Tampil di ILC, Oke Nurwan Ungkap Penyebab Minyak Goreng Langka Meski Sudah Distribusi 2 Kali Lipat

Beberapa pekan terakhir, masyarakat Indonesia harus dihadapkan dengan kelangkaan minyak goreng.

Editor: Justina
YouTube Indonesia Lawyers Club
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Eko Nurwan saat tampil di ILC memberikan tanggapan terkait kelangkaan minyak goreng di masyarakat. 

TRIBUNKALTIM.CO - Sudah beberapa hari ini, masyarakat Indonesia harus dihadapkan dengan kelangkaan minyak goreng.

Bahkan di beberapa wilayah, masyarakat harus antri untuk mendapatkan minyak goreng meskipun tidak sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang diberlakukan pemerintah.

Karena itu, masalah ini pun mendapat perhatian beberapa pihak lantaran Indonesia merupakan negara nomor satu di dunia sebagai penghasil kelapa sawit.

Baca juga: Respon Marsudi Syuhud di ILC Terkait Polemik Menag Yaqut: yang Diributkan Bukan Substansinya

Lantas apa penyebab minyak goreng langka?

Saat menjadi bintang tamu di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang dipandu Karni Ilyas, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan menjelaskan penyebab minyak goreng menjadi langka.

Pertama, Oke Nurwan mengatakan bahwa situasi dalam mengantri minyak goreng seolah-olah langka di masyarakat.

"Sebetulnya kelangkaan yang diburu masyarakat saat ini adalah sesuai dengan apa yang diputuskan pemeritah," kata Oke Nurwan dikutip dari kanal YouTube Indonesia Lawyers Club.

"Harga minyak goreng dengan harga terjangkau yaitu minyak goreng premium yang harganya Rp 14.000/liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500/liter dan minyak goreng yang ditetapkan oleh pemerintah dengan harga eceran tertinggi Rp 11.500/liter atau setara dengan Rp 12.800/kg," tambah Oke Nurwan.

Dijelaskan Oke Nurwan bahwa pada 1 Februari 2022, minyak goreng masih dilepas ke mekanisme pasar.

Baca juga: Blak-blakan di ILC, Habib Kribo Sebut Polemik Menag Yaqut Dimanfaatkan: Keributan Agama Dipolitisasi

Di mana, bahan baku minyak goreng tergantung dari Crude Palm Oil (CPO) atau minyak mentah internasional.

Dan  pada saat itu,  harga CPO internasional berkisar Rp 15.000 dan minyak goreng mencapai Rp 20.000.

Dengan harga tersebut, pemerintah pun melakukan sebuah langkah agar harga ini tidak memberatkan masyarakat.

"Sehingga pada saat itu, pemerintah memutuskan untuk melepaskan ketergantungan harga minyak goreng terhadap harga CPO internasional, artinya harus menurunkan harga bahan baku," tutur Oke Nurwan.

Agar bisa memperoleh bahan baku yang pas untuk masyarakat yang sesuai dengan HET yaitu Rp 14.000, maka dikeluarkan kebijakan Permendag 06 Tahun 2022 dan Permendag 08 Tahun 2022, yaitu tentang kewajiban penyediaan bahan baku minyak goreng oleh eksportir produk sawit dengan mewajibkan menyalurkan ke dalam negeri sebanyak 20 persen dari total ekspor.

Baca juga: Tampil di ILC, Taufik Damas Minta Masyarakat Tidak Gegabah dalam Persepsikan Pernyataan Menag Yaqut

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved