Opini

Plastik Biodegradable Bukan Solusi Tepat Kurangi Pencemaran di Lautan

Plastik adalah salah satu makromolekul yang proses pembentukannya melalui tahap polimerisasi.

Editor: Rahmad Taufiq
DOK/PRIBADI
Wigati Ritma Murti, S. Pd, Pengajar Kimia di SMA Negeri 1 Nunukan, Kalimantan Utara 

TRIBUNKALTIM.CO - Plastik adalah salah satu makromolekul yang proses pembentukannya melalui tahap polimerisasi.

Polimerisasi adalah suatu proses penggabungan dari beberapa molekul sederhana atau monomer menjadi molekul besar yang disebut Makromolekul atau Polimer melalui suatu proses kimia.

Penelitian mengenai polimer baru dimulai pada tahun 1960-an, tetapi perkembangannya sangat pesat sehingga produksi dalam skala industri meningkat tajam. Abad ke-21 ini dapat dikatakan sebagai Abad Polimer.

Saat ini penggunaan polimer semakin meluas. Peralatan sederhana di dapur sampai peralatan berat dengan teknologi tinggi, banyak menggunakan alat dan bahan yang terbuat dari polimer; Polietena digunakan untuk tas plastik, botol plastik, film plastik (pembungkus makanan);

Polipropena digunakan untuk karpet, wadah plastik, tali, tangki air; PoliVinil Klorida (PVC) untuk barang antiair, kabel, tas plastik, pipa air; Polifenil Etena untuk pegangan gunting, cangkir, mangkuk, mainan; Politetrafluoro etilena untuk wajan antilengket;

Poliamida untuk serat sintesis untuk tali, kaos kaki, kaos, tenda plastik, dan parasut; Poliester/ Terilena untuk parasut, layar perahu, kain; Fenol Metanal untuk sakelar, perlengkapan radio, telepon, kamera, piring dan gelas.

Baca juga: Bupati Kukar Imbau Warga Bagikan Daging Kurban Tanpa Kantong Plastik

Plastik adalah bahan yang sangat mudah terbakar, sehingga dapat meningkatkan peluang terjadinya kebakaran. Belum lagi asap yang dihasilkan dari pembakaran plastik mengandung gas beracun seperti Hidrogen Sianida (HCN) dan Karbon Monoksida (CO) yang berbahaya bagi tubuh.

Dampaknya bagi lingkungan adalah menyebabkan pencemaran udara. Membuang plastik ke alam bebas juga tidak dianjurkan karena sulit terurai oleh mikroorganisme dan mengakibatkan penurunan populasi fauna di tanah.

Dampak buruk yang dihasilkan adalah menurunnya persediaan mineral organik dan anorganik dan juga menghalangi ruang udara, sehingga jasad renik kekurangan oksigen di dalam tanah.

Beberapa upaya dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif penggunaan plastik (Polimer) yaitu mengurangi pemakaian polimer plastik, tidak membuang plastik di sembarang tempat, mengumpulkan plastik-plastik bekas untuk didaur ulang, memisahkan sampah organik dan anorganik, dan yang sekarang sedang trending topik adalah mencari alternatif pemakaian bahan-bahan yang lebih mudah didegradasi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved