Berita Bontang Terkini

Oknum Pengetap BBM di Bontang yang Kepergok Petugas Mengaku Isi BBM Berulang Kali di SPBU Berbeda

Oknum pengetap yang ketahuan mengisi BBM berkali-kali telah dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian dari Polres Bontang.

Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Ilustrasi - Suasana disalah satu SPBU yang ada di Kota Bontang. (TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN) 

TRIBUNKALTIM.CO - Oknum pengetap yang ketahuan mengisi BBM berkali-kali telah dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian dari Polres Bontang.

Oknum tersebut mengakui bahwa dirinya memang melakukan pengisian BBM berkali-kali di SPBU yang berbeda.

"Saat itu kami bawa ke Polres dan dilakukan pemeriksaan. Dia mengaku beli BBM berulang kali di SPBU berbeda," kata Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetiya melalui Kasat Reskrim Iptu Bonar Hutapea, Kamis (11/8/2022).

Baca juga: 11 Narapidana di Lapas Kelas IIA Bontang Dapat Remisi Bebas Saat 17 Agustus Nanti

Diketahui oknum tersebut kedapatan antre BBM berulang kali saat menggelar sidak bersama dengan Pertamina, Bagian Ekonomi Setda Bontang, Dishub ke sejumlah SPBU.

Saat sidak, petugas menemukan satu unit kendaraan Pick Up yang masuk antrean pengisian BBM di SPBU Akawy.

Padahal kendaraan tersebut sebelumnya diketahui baru saja melakukan pengisian di SPBU Koperasi PKT.

Baca juga: 809 Narapidana di Bontang Bakal Dapat Remisi Umum I Saat HUT RI nanti

Setelah dilakukan pemeriksaan, pemilik kendaraan juga diminta mendatangani surat pernyataan agar tidak kembali melakukan hal serupa.

Upaya itu dilakukan untuk memberi efek jera terhadap oknum yang nakal.

Dia berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Kalau mau menjual eceran harus BBM non subsidi seperti Pertamax.

"Jadi persuasif dulu kita ingatkan," ucap Iptu Bonar.

Baca juga: Polres Bontang Periksa Oknum Pengetap BBM yang Kepergok Saat di SPBU

Diketahui seluruh SPBU di Bontang sudah dilakukan pembatasan pembelian BBM Pertalite. Untuk kendaraan roda dua maksimal hanya Rp 50 ribu.

Sementara kendaraan roda empat maksimal Rp 300 ribu.

Dikonfirmasi terpisah, Pengawas SPBU Kopkar PKT Jufri mengaku, setiap operator pun diminta tidak bermain mata kepada pelanggan.

Dirinya sudah mengingatkan jika ada ketahuan sanksi tegas akan diberlakukan. Meski begitu, kesadaran masyarakat juga tentu perlu ditingkatkan.

"Kita sudah batasi. Baik jumlah pembelian dan antrean hanya bisa satu kali. Kalau ada petugas yang bermain kami akan tindak tegas," terang Jufri. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved