Berita Tarakan Terkini

Puluhan PNS di Tarakan Bolos Saat Jam Kantor, Nongkrong di Warkop sampai Swalayan Belanja

Aparatur Sipil Negara ( ASN) atau yang dahulu istilahnya disebut Pegawai Negeri Sipil ( PNS) adalah pegawai yang digaji oleh negara

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Rapat tertutup terkait pertemuan dan penyerahan SK Penjatuhan Hukdis di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Tarakan, Kamis (11/8/2022) siang tadi. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Aparatur Sipil Negara ( ASN) atau yang dahulu istilahnya disebut Pegawai Negeri Sipil ( PNS) adalah pegawai yang digaji oleh negara, bekerja pada bidang pemerintahan. 

Para PNS dituntut untuk tunaikan tanggungjawab, bekerja maksimal agar jalannya pemerintahan bisa berjalan baik. 

Namun kali ini ada PNS yang dinilai tidak sesuai dengan sepak terjangnya. Ditemukan melakukan kegiatan yang tidak ada sangkut pautnya dengan dunia pekerjaan PNS

Ya, ada di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Pihak Satuan Polisi Pamong Praja melakukan razia ke beberapa titik menemukan PNS Pemkot Tarakan berkeliaran saat jam kantor, tidak sedang dalam kaitan berdinas.  

Baca juga: Walikota Tegaskan Akan Proses Kepsek Mangkir Kerja Sesuai PP Nomor 53 Tentang Displin PNS

Baca juga: ASN Mangkir Kerja di Hari Pertama, Walikota Tarakan akan Berlakukan Sanksi secara Bertahap

Baca juga: BKPSDM Paser Berlakukan Sanksi Pemberhentian Tidak Hormat Bagi Pegawai yang Mangkir Kerja

Hal itulah yang ditemukan Satpol PP Kota Tarakan selama Juli 2022.

Personel Satpol PP Kota Tarakan rutin melaksanakan patroli menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada di luar kantor saat jam kerja masih berlangsung.

Hasilnya total ada 20 orang ASN kedapatan berada di luar kantor saat jam kerja.

Dikatakan Marzuki, Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Kota Tarakan, target pihaknya adalah ASN yang mangkir kerja, saat jam kantor, karena berada di warung kopi.

Baik dari instansi vertikal dari pusat maupun dari provinsi dan dari kota juga ada.

"Jadi ada beberapa kami temkan dan kami data dan datanya kami sampaikan ke kepala dinas masing-masing,” ujarnya.

Baca juga: Bolos 10 Hari Berturut-Turut, PNS di Pemkab Kutim Bakal Dipecat

Ia melanjutkan pihaknya tidak memiliki kewenangan memberikan sanksi hanya sebatas memberikan pelaporan data kepada pemimpin instansi atau kepala dinas pada suatu instansi yang bersangkutan kedapatan di warung kopi misalnya di jam kerja.

“Yang menindaklanjuti nanti misalnya dinas A, temukan ngopi dan saya catat dan kami kirim ke instansinya," katanya. 

"Kembali ke kantornya apakah memberikan teguran tertulis,” ujarnya.

Ia melanjutkan, selama Juli 2022 kemarin dilakukan patroli menyasar PNS atau ASN sebanyak empat kali. Hasilnya diperoleh ada 20 orang ASN.

Baca juga: Meski Sama-sama ASN, Inilah Perbedaan PNS dan PPPK dari Status hingga Gaji dan Tunjangan

“Sebelum-sebelumnya kami tidak dapat memastikan karena bisa saja di bulan satu ada juga, bulan dua juga ada,” jelasnya.

Ia melanjutkan, titik lokasi ditemukan di antaranya selain di warung kopi ada ditemukan di pusat perbelanjaan pakaian dan sembako dan di beberapa lokasi lainnya.

“Banyak didapat dan tidak di satu tempat saja, pisah-pisah,” pungkasnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini telah tayang di TribunKaltara.com dengan judul Selama Julii Ini, 20 ASN Kedapatan Mangkir di Jam Kerja, Ada yang Ditemukanan di Warung Kopi

Sumber: Tribun kaltara
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved