Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

UPDATE Kasus Demam Berdarah di Kalimantan Timur, 2 Orang Meninggal Dunia di Balikpapan

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus mengimbau jajaran pemerintahan hingga institusi untuk mewaspadai penyakit Demam Berdarah.

Penulis: Ardiana | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/ARDIANA KINAN
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengatakan saat ini terdapat 610 kasus DBD di Balikpapan dengan 2 angka kematian dengan usia anak-anak hingga remaja. TRIBUNKALTIM.CO/ARDIANA KINAN 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus mengimbau jajaran pemerintahan hingga institusi untuk mewaspadai penyakit Demam Berdarah.

Kabarnya dari 3.034 kasus demam berdarah di Indonesia, terdapat 24 kasus DBD di Kalimantan Timur, sedangkan di kota Balikpapan, terdapat 2 orang meninggal dunia.

Ini disampaikan langsung oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Jaya Mualimin.

Ia mengatakan Kalimantan Timur masuk 10 besar provinsi yang paling tinggi kasus DBD di Indonesia.

"Demam berdarah di Kalimantan timur termasuk yang paling besar, dari 10 provinsi di Indonesia. Kita termasuk provinsi di luar Jawa yang paling tinggi, Kaltim diurutan 10 besar di Indonesia," ucapnya saat ditemui media pada Minggu (25/9/2022).

Baca juga: Kasus DBD Tertinggi Ada di Balikpapan Selatan, Dinkes Antisipasi Penyediaan Faskes

Sehingga saat ini ia mengimbau masyarakat untuk terus waspada dengan menggandeng jajaran Dinas Kesehatan Kota atau kabupaten di Kalimantan Timur.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengatakan saat ini terdapat 610 kasus DBD di Balikpapan dengan 2 angka kematian dengan usia anak-anak hingga remaja.

"Di Balikpapan saat ini secara akumulatif telah terdapat 610 kasus dan 2 kematian. Usianya adalah rentang usia anak sampai remaja," ucapnya.

Andi juga membeberkan kasus per kecamatan di kota Balikpapan saat ini, Kecamatan Balikpapan Selatan adalah kawasan dengan kasus tertinggi.

Sedangkan kasus dengan angka terendah berada di Kecamatan Balikpapan Timur.

Baca juga: Hingga Agustus 2022, Ada Sebanyak 30 Kasus DBD di Penajam Paser Utara

Untuk itu, pihaknya melakukan kewaspadaan seperti mengaktifkan kembali kegiatan kerja bakti massal untuk memberantas sarang nyamuk sesuai surat edaran Walikota Balikpapan.

"Hal-hal yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Balikpapan adalah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada seluruh institusi pemerintah, camat, lurah, institusi pendidikan, sampai ketingkat RT, untuk mengaktifkan kembali kegiatan kerja bakti massal ditambah dengan pemberantasan sarang nyamuk setiap Minggu," ujarnya.

Pihaknya juga telah menyampaikan kewaspadaan untuk beberapa pihak agar senantiasa melakukan deteksi lebih dini dan sistem rujukan yang lebih baik, juga mengimbau ketersediaan darah pada PMI dan Relawan Donor Darah Bersatu.

"Kami telah menyampaikan kewaspadaan ini kepada seluruh pimpinan, rumah sakit, klinik, dan puskesmas untuk melakukan kewaspadaan deteksi yang lebih dini dan sistem rujukan yang lebih baik, termasuk juga kepada PMI agar menyiapkan stok darah, khususnya trombosit.

Baca juga: 11 Orang Terjangkit DBD di Kutai Barat, Musim Hujan Jadi Pemicu Lonjakan Kasus

Kita punya relawan donor darah bersatu di Balikpapan, yang cukup solid yang kita mulai bersiaga untuk memberikan bantuan donor darahnya, khususnya trombosit," tuturnya.

Tak hanya itu, Dinas Kesehatan Kota Balikpapan juga kemudian juga menyiapkan Abate, dan Fogging sebagai alternatif terakhir jika memang di lokasi ditemukan kasus atau jenis yang meningkat. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved