Senin, 18 Mei 2026

Opini

Ibu Hebat Penjaga Peradaban Bangsa

Peran Ibu saat memiliki multitasking, baik sebagai pemimpin, dunia politik maupun kewirausahaan.

Tayang:
Editor: Adhinata Kusuma
HO
Umi Putri Ibalia 

Sosok wanita hebat sebagai pemimpin sudah ada sejak zaman kenabian. Wanita pertama yang memiliki pengaruh besar pemimpin kerajaan adalah Ratu Balqis.

Balqis merupakan sosok ratu yang sangat cerdas, cantik dan memiliki jiwa kepemimpinan. Kisah Ratu Balqis tertera dalam Al-Quran Surah An-Naml (27).

Meskipun Balqis memegang kekuasaan yang besar, ia tetap demokratis dan bijaksana serta memilih hubungan yang baik dengan Nabi Sulaiman AS.

Dalam meraih Kemerdekaan Republik Indonesia, perempuan menjadi pejuang di berbagai daerah. Raden Ajeng Kartini merupakan sosok wanita emansipasi wanita yang mencetuskan kesetaraan gender dalam masyarakat Indonesia.

Di zaman milenial saat ini seorang Ibu hebat harus dapat menjadi gurunya manusia dan mampu berkomunikasi yang lebih akrab, bersahabat.

Disampaikan oleh Prof. Dr. Eng. Imam Robandi, Motivator Pendidikan Multitalenta, Guru Besar Bidang Teknik Elektro ITS, Founder IRo-Society, dan Alumni Tottori University Japan, dalam karya buku Menggali Rasa, hal 93-94, 2015: zaman selalu berubah dengan segala tantangan dan dinamika.

Seorang Ibu hebat perlu mempersiapkan diri dalam mendidik anak sesuai zaman. Ibu yang cerdas memahami konsep pola pendidikan yang terbaik secara formal maupun non formal.

Seorang Ibu terlibat langsung membantu peran ayah menanamkan fitrah keibuan dan Ibu harus memiliki pengetahuan yang sangat luas. Cerdas memiliki porsi waktu, mendampingi, dan mendengarkan anak.

Melalui pendidikan yang berkualitas dari seorang Ibu, mewujudkan peradaban bangsa yang semakin gemilang sesuai tujuan negara yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.


Peradaban SDM Berkualitas

Sumber daya manusia sebagai generasi penerus bangsa sangat berperan menentukan kualitas bangsa. Zaman yang berubah secara cepat dan dinamis membutuhkan pemikiran baru, dalam pendidikan keluarga.

Kedua orang tua wajib mempersiapkan, mengarahkan agar anak bertumbuh menjadi manusia yang berakhlak terpuji dan memiliki peradaban.

Orang tua perlu membuat kesepakatan bersama, prioritas apa saja diberikan kepada anak yang tergantung pada perangkat digital (Digital Native).

Seorang Ibu yang memiliki pengetahuan luas mampu mengikuti alur perubahan zaman, lebih mudah mengawasi perilaku buah hati saat menggunakan perangkat digital. Gadget dapat diarahkan kepada anak, mengisi kegiatan yang lebih bermanfaat.

Kegiatan yang bermanfaat seperti mencari informasi untuk menambah pengetahuan, membaca buku, melatih anak untuk berkarya, membuat anime, menulis, dan sebagainya sambil berkumpul bersama keluarga.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved