Senin, 18 Mei 2026

Opini

Ibu Hebat Penjaga Peradaban Bangsa

Peran Ibu saat memiliki multitasking, baik sebagai pemimpin, dunia politik maupun kewirausahaan.

Tayang:
Editor: Adhinata Kusuma
HO
Umi Putri Ibalia 

Orang tua sudah sepatutnya mendukung pendidikan di sekolah untuk meningkatkan penggunaan teknologi di rumah dengan pengawasan dan bimbingan yang tepat. Wanita diberi bakat sangat mudah untuk memahami dan melakukan hal-hal mikro dan wanita cenderung tekun, telaten dalam pekerjaan (Imam Robandi, 2015).

Seorang ibu adalah sekolah pertama bagi anak dari generasi ke generasi dan menjadi guru kehidupan. Keberanian seorang Ibu yang hebat mampu mengubah hidup, menanamkan karakter building, menunjukkan jati diri anak yang sebenarnya.

Anak tidak hanya cerdas secara akademik tetapi bermoral dan memiliki budi pekerti yang baik. Pembiasaan pola asuh di rumah, anak akan lebih mudah beradaptasi pada lingkungan.

Pendekatan yang dapat dilakukan oleh guru dalam membangun karakter Building di sekolah, berperan sebagai pengasuh, model, mentor, melatih siswa disiplin, dan membangun lingkungan kelas yang demokrasi.

Orang tua, guru sebagai pendidik di sekolah pasti akan senang melihat anak yang berperilaku baik. Menjadi Ibu rumah tangga atau berkarir memiliki tantangan luar biasa. Seorang ibu dapat membagi waktu bekerja full time dan menyelesaikan pekerjaan lebih terprogram.

Ibu tidak pernah lelah bekerja, mengurus anak, keluarga, menjadi wanita karir, mengabdi kepada negara, dan mendampingi suami.

Profesional seorang Ibu yang multitasking masih dapat membantu perekonomian keluarga. Bidang kewirausahaan banyak didominasi oleh seorang Ibu. Ibu sebagai arsitek peradaban bangsa karena mampu membuat bangunan yang indah dan kokoh (sengkala.com).

Dunia telah mengukir sejarah melahirkan generasi tangguh dan berkualitas unggul. Berbekal pendidikan dan pengalaman seorang Ibu yang memiliki kecerdasan akademik, spiritual, emosional, dan kepribadian unggul menjadi uswatun hasanah bagi putra-putri, keluarga dan masyarakat.

Pemimpin hebat tidak hanya terlahir dari ibu hebat tetapi didampingi oleh seorang istri yang hebat, progresif dan berakhlakul karimah. Ibu mampu merawat peradaban tidak hanya simbol kehidupan, tetapi sumber kehidupan yang professional.

Profesional seorang ibu dapat berkontribusi ganda, membangun peradaban bangsa secara internal untuk keluarga dan secara eksternal mengabdi pada negara. Percaya diri seorang ibu muncul dari praktik baik yang berproses dan produktif dalam mengelola rumah tangga sehingga menjadi keluarga yang memiliki sumber daya manusia berkualitas.

Berbagai ekspresi diungkapkan oleh keluarga dan masyarakat Indonesia pada tanggal 22 Desember untuk memberikan apresiasi kepada seorang Ibu. Peringatan hari Ibu lahir dari perempuan hebat sebagai goresan sejarah yang berkiprah andil bebaskan negeri dari penjajahan belanda.

Betapa mulia kasih seorang Ibu, menjaga, mendidik dengan penuh ketulusan. Anak dan Ibu lahir di zaman yang berbeda, maka tidak ada alasan bagi seorang Ibu tidak ingin belajar mengikuti arah perkembangan zaman.

Ali bin Abi Thalib mengatakan "Didiklah anakmu sesuai dengan zaman karena mereka hidup di zaman berbeda dan bukan di zamanmu".

Seorang Ibu yang saat ini berhadapan di Era Milenial harus lebih kreatif menyesuaikan perkembangan zaman, agar anak tetap saleh dan saleha berada di zaman era digital.

Kehangatan cinta seorang Ibu menjadi bagian penting membangun peradaban umat. Ibu telah memberikan kemakmuran menjalankan peran sebagai penjaga dan pendidik putra putri dalam keluarga. (*)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved