Senin, 18 Mei 2026

Opini

Ibu Hebat Penjaga Peradaban Bangsa

Peran Ibu saat memiliki multitasking, baik sebagai pemimpin, dunia politik maupun kewirausahaan.

Tayang:
Editor: Adhinata Kusuma
HO
Umi Putri Ibalia 

* Oleh: Umi Putri Ibalia

IRo-Society Balikpapan


TRIBUNKALtIM.CO - Sosok ibu hebat adalah goresan sejarah yang ikut andil dalam perjalanan bangsa. Apresiasi seorang ibu dikenal sebagai perempuan tiang negara.

Dari seorang ibu melahirkan generasi unggul, tumbuh berkembang secara sosial baik fisik maupun psikis. Ibu telah menyelamatkan kehidupan dari sejak dalam rahim sampai lahir ke dunia.

Ibu tempat edukasi sekolahnya manusia. Martabat seorang Ibu dianugerahkan Allah SWT; kelembutan, kasih sayang, ketelatenan, dan anak-anak bertumbuh sebagai generasi mewarnai zaman.

Kecerdasan seorang ibu melahirkan pemimpin unggul dan berkualitas. Tanggal 22 Desember merupakan hari termulia seorang Ibu setiap tahun ditetapkan sebagai Hari Nasional.

Apresiasi Peran Ibu

Perempuan hebat memberikan banyak inspirasi pada keluarga, masyarakat, dan dunia. Dalam keadaan rapuh, seorang Ibu tetap berdiri kokoh, bangkit penuh semangat, mempertahankan negara.

Dia adalah Ibu yang hebat, melahirkan sejuta inspirasi pada siapa saja di kehidupan bumi pertiwi, memiliki keberanian bertindak, dan mengubah hidup, dari yang tidak biasa menjadi luar biasa.

Dialah perempuan pembawa peradaban, penuh kelembutan tanpa pernah takut melangkah kemana berlabuh. Betapa hebat seorang Ibu, berperan multitalenta, sekalipun berada di kehidupan keras, dapat beradaptasi penuh kekuatan.

Ibu adalah Mutiara, lumbung batu permata, memanusiakan manusia, menjemput peradaban generasi emas yang gemilang sepanjang zaman.

Ibu, sejuta inspirasi, menganugerahkan cinta yang agung pada keluarga, masyarakat, dan dunia. Kisah Ibu hebat, dapat kita teladani dari Putri Sholihah Rasulullah SAW, Fatimah Az-Zahra.

Dia lambang peradaban umat dan dunia, berperan sebagai seorang anak, Istri dan Ibu. Fatimah Az-Zahrah lahir dari rahim wanita hebat, seorang Ibu yang tangguh, penghulu seluruh negeri bernama Siti Khadijah binti Khuwailid.

Rasulullah SAW menceritakan kecintaan dan kekaguman tentang Fatimah Az-Zahra kepada Aisyah: "Wahai Aisyah, jika engkau tahu apa yang aku ketahui tentang Fatimah Az-Zahra, niscaya engkau akan mencintainya sebagaimana aku mencintai putriku. Fatimah Az-Zahra adalah darah dagingku, ia tumpah darahku.

Barang siapa membahagiakannya, ia telah membahagiakan ku. Barang siapa yang membencinya maka ia telah membenciku.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved