Berita Samarinda Terkini
Kondisi Cuaca Panas Ekstrem, Kasus Musibah Kebakaran di Samarinda Menurun
Meski tahun ini cuaca panas terbilang ekstrem, namun tingkat musibah kebakaran terus menurun di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Budi Susilo
Ada 120 KK dengan 517 jiwa kehilangan tempat bernaung dengan 1 korban jiwa dan 7 orang luka-luka serta jumlah seluruh kerugian yakni Rp 79.266.000.000.
Baca juga: 7 Kasus Selama Mei 2023, Disdamkar Petakan Area Rawan Kebakaran di Samarinda
Dari data tersebut jelas terlihat bahwa terjadi penurunan setidaknya 20 sampai 40 peristiwa setiap tahunnya.
Kepala Disdamkar Kota Samarinda Hendra AH mengatakan hal itu tidak terlepas dari tingkat kesadaran masyarakat yang semakin meningkat.
Terlebih dalam hal kesadaran akan pentingnya alat pemadam api ringan (APAR) di setiap rumah.
Apalagi saat ini melalui program Probebaya setiap RT telah mengalokasikan anggaran khusus untuk ketersediaan APAR dan sejumlah alat penanganan kebakaran awal di wilayah masing-masing.
"Jadi dari hasil pendataan kami, aware-nya (kesadaran) warga Samarinda akan pentingnya APAR meningkat sebanyak 25 persen," sebut Hendra AH senang saat dikonfirmasi Senin (13/11/2023).
Disinggung mengenai penyebab kebakaran dikatakannya masih didominasi oleh korsleting kistrik.
Sadar APAR sudah mulai meningkat. Tinggal kesadaran untuk terus melakukan peremajaan instalasi listrik.
"Terutama bangunan-bangunan lama," pesan Hendra AH, menutup pembicaraan dengan TribunKaltim.co.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20231113_Bencana-Kebakaran-di-Samarinda-Kaltim.jpg)