Tribun Kaltim Hari Ini
Penguatan Pangan di Penajam Paser Utara, DPRD Sebut Realisasi Bendungan Telake Perlu Disegerakan
Saat ini petani hanya bisa menanam dan panen satu kali dalam setahun, itupun sudah banyak yang beralih fungsi menanam sawit
Penulis: Martinus Wikan | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menilai perlunya penguatan pangan di Kabupaten PPU.
Penguatan sektor pangan di Benuo Taka kata Anggota DPRD PPU Syamsudin Alie, bisa dilakukan dengan beberapa upaya.
Namun yang paling penting yakni, ketersediaan sumber air baku, bagi lahan pertanian yang eksisting.
Baca juga: Bendungan Telake Terealisasi pada 2025, Pemprov Kaltim Bangun 5 Sumur Bor di Babulu Tahun Ini
"Sumber air baku perlu, bendungan, kalau itu sudah disiapkan oleh pemerintah, saya yakin pasti akan meningkat," ungkapnya Senin (18/3/2024).
Politisi PBB PPU itu juga menegaskan bahwa, jika sudah ada sumber air baku yang memadai, maka petani bisa panen selama dua hingga kali dalam setahun, sambil diselingi dengan tanaman palawija.
Saat ini petani hanya bisa menanam dan panen satu kali dalam setahun, itupun sudah banyak yang beralih fungsi menanam sawit.
"Itu tidak bisa dipungkiri, petani juga butuh makan kalau cuma panen sekali setahun apa yang bisa diharapkan," sambungnya.
Jika tidak ada sumber air baku yang memadai di PPU, maka akan sulit untuk penguatan ketahanan pangan, pun jika ingin menjadi penopang pangan IKN.
Baca juga: Akmal Malik Pastikan Realisasi Pembangunan Bendungan Telake PPU, Bakal Libatkan BNPB
Saat ini saja PPU masih mendatangkan pangan sebagian besar dari luar daerah.
"Saat ini banyaknya manusia berdatangan ke Kaltim, tapi kita masih mendatangkan dari luar," ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa realisasi Bendungan Telake perlu disegerakan.
Mengingat rencana besar PPU yakni menjadi lumbung pangan di Kaltim, terutama IKN dan sekitarnya. "Realisasi itu perlu disegerakan," pungkasnya. (taa)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya
| Surat Pemprov Kaltim yang Minta Kabupaten/Kota Ambil Alih Pembiayaan BPJS PBI Dianggap Terlambat |
|
|---|
| Pedagang di Kaltim Terhimpit Harga Plastik, Lonjakan Harga Bahan Kemasan Menekan Laba |
|
|---|
| Antrean SPBU di Wilayah Kaltim Masih Terkendali, Isu Kenaikan BBM Picu Panic Buying |
|
|---|
| Alasan Dirut Bankaltimtara Diganti, Gubernur Rudy Mas'ud Singgung Minimnya Kandidat Putra Daerah |
|
|---|
| Bawa Bipang dari Kampung, Saleh Pulang Bareng Ribuan Pemudik ke Balikpapan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Bendungan-Telake-Penajam.jpg)