Sabtu, 25 April 2026

Horizzon

Benarkah Kaltim jadi Tuan Rumah IKN?

Saya sebenarnya ingin tahu seberapa jauh pemahaman mereka tentang masa depan Kalimantan Timur dengan adanya Ibu Kota Nusantara atau IKN.

Penulis: Ibnu Taufik Jr | Editor: Syaiful Syafar
DOK TRIBUNKALTIM.CO
Ibnu Taufik Juwariyanto, Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim. 

Oleh: Ibnu Taufik Juwariyanto, Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim 

DALAM sebuah workshop kebudayaan yang diselenggarakan oleh Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur, saya sempatkan untuk usilin peserta.

Kebetulan pesertanya adalah seratusan siswa setingkat SMU yang berasal dari seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Timur.

Saya sebenarnya ingin tahu seberapa jauh pemahaman mereka tentang masa depan Kalimantan Timur dengan adanya Ibu Kota Nusantara atau IKN.

Dari situ saya bercerita tentang Jakarta yang didalamnya bermukim banyak suku, mulai dari Jawa, Arab, China, Melayu, dan juga Betawi.

Baca juga: Ketika Batu Bara Dengar Cerita tentang Derita Timah

Dalam perjalanannya, orang-orang Betawi di Jakarta secara ekonomi sebenarnya menjadi determinan dan memilih 'menepi'. Namun dari sisi budaya, semua sepakat bahwa Betawi adalah tuan rumah budaya bagi Jakarta sebagai Ibu Kota Negara.

Analogi ini kemudian saya bawa dengan situasi Kalimantan Timur yang bakal menjadi tempat di mana Ibu Kota Nusantara atau IKN secara fisik tengah dibangun.

"Di Kalimantan Timur ada tiga kebudayaan yang sebenarnya memiliki rumpun yang sama, yaitu Dayak, Kutai, ditambah dengan Paser. Siapa yang bakal menjadi tuan rumah budaya di IKN nantinya?" tanya saya sambil menyelidik.

Bukan hanya tiga jawaban yang muncul untuk menjawab pertanyaan tersebut. Kebetulan anak-anak peserta workshop ini memang dari seluruh Kalimantan Timur yang memang terdiri dari multietnis.

Kita tahu banyak orang Jawa dan sekitarnya berakulturasi di Kalimantan Timur.

Bahkan menurut catatan yang ada, terdapat dua kelompok suku di Kalimantan Timur jika dilihat dari hukum adatnya, yaitu Melayu dan Dayak.

Baca juga: Meramu Adonan untuk Kue Pilkada Serentak 2024

Dari kelompok hukum adat Melayu kita bisa melihat Banjar, Kutai, dan Berau. Sedangkan dari kelompok hukum adat Dayak, tercatat ada Rumpun Ot Danum yang didalamnya mencakup Paser, Tunjung, Benuaq, Bentian, dan Berau.

Kemudian ada Rumpun Punan yang mencakup sedikitnya 18 sub rumpun yang tercatat, Apo Kayan yang memiliki 22 sub rumpun dan Rumpun Murut atau Tidung yang sedikitnya mencatatkan 7 sub rumpun.

Terakhir, Kalimantan juga menjadi saksi bagaimana kebhinekaan kita berakulturasi dengan baik dengan keberadaan suku di luar Kalimantan yang hidup rukun di tanah Borneo seperti Melayu, Bugis, Makassar, Mandar, Jawa, Toraja, Batak, Minahasa, Madura, Tionghoa, dan Bali.

Dari pertanyaan saya tersebut, maka anak-anak ini sesungguhnya tidak menjawab pertanyaan menggelitik yang saya lontarkan. Mereka bergiliran angkat tangan dan menjawab dari mana asal suku mereka.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved