Jumat, 12 Juni 2026

Horizzon

Ketika Batu Bara Dengar Cerita tentang Derita Timah

Meski secara garis besar dilakukan oleh perusahaan besar, bukan tidak mungkin apa yang terjadi di Bangka Belitung juga dialami Kalimantan Timur.

Tayang:
Penulis: Ibnu Taufik Jr | Editor: Syaiful Syafar
DOK TRIBUNKALTIM.CO
Ibnu Taufik Juwariyanto, Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim. 

Oleh: Ibnu Taufik Juwariyanto, Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim

ENTAH karena peduli, sekadar ingin tahu atau bisa juga lantaran sebuah kekhawatiran akan mengalami nasib yang sama, Kalimantan Timur sangat ingin tahu dengan apa yang terjadi di Bangka Belitung.

Sebagai sesama daerah yang mengandalkan pertambangan sebagai pondasi utama ekonomi, langkah fantastis Kejaksaan Agung menangangi kasus korupsi tata kelola pertimahan di Bangka Belitung menarik dibahas di Kalimantan Timur.

Apalagi, kasus korupsi tata kelola pertimahan di Bangka Belitung ini konon menyebabkan kerugian negara hingga Rp 271 triliun, termasuk klaim kerugian ekologi hasil audit pakar dari IPB.

Kepedulian ini dibuktikan dengan digelarnya sebuah seminar bertajuk "Problematika Pengelolaan Pertambangan di Kalimantan Timur dan Bangka Belitung dalam Perspektif Gender" di Universitas Mulawarman Samarinda, Kalimantan Timur penghujung April 2024 kemarin.

Menjadi lebih menarik, seminar ini menghadirkan jajaran Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung sebagai narasumber, termasuk Dekan FH UBB, Dr Derita Prapti Rahayu.

Baca juga: Meramu Adonan untuk Kue Pilkada Serentak 2024

Sebagai daerah yang juga mengandalkan tambang (batu bara) sebagai pondasi ekonomi, Kalimantan Timur tentu tak ingin bernasib seperti Bangka Belitung yang belakangan ekonominya menjadi ikut karut marut sebagai imbas dari pengungkapan kasus korupsi tersebut.

Lantaran karakternya, tambang timah dan batu bara memang memiliki perbedaan mendasar.

Tambang batu bara lazimnya dikelola oleh perusahaan besar yang memerlukan alat-alat berat dan dalam proses eksplorasi dilakukan dalam skala luas.

Ini berbeda dengan tambang timah yang bisa dilakukan dengan alat sederhana dan dilakukan dalam skala-skala kecil secara perorangan.

Meski kita juga tahu tambang timah juga bisa dilakukan dalam skala besar dengan menggunakan alat-alat berat termasuk menggunakan kapal isap produksi di perairan atau juga dengan model open pit di daratan.

Baca juga: 3 Kebohongan Paling Epic

Karena bisa dilakukan dengan skala kecil dan perorangan inilah, maka pertimahan di Bangka Belitung bersentuhan langsung dengan aspek ekonomi dan sosial di Bangka Belitung.

Pasca pengungkasan kasus tersebut, ekonomi di Babel langsung tiarap.

Meski secara garis besar dilakukan oleh perusahaan besar, bukan tidak mungkin apa yang terjadi di Bangka Belitung juga dialami Kalimantan Timur.

Bukankah kita tahu masih banyak tata kelola tambang batu bara yang juga tidak clear-clear amat.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved