Berita Balikpapan Terkini

Jembatan WIKA-Balikpapan Dibangun Pakai Uang APBD, Siapa Keberatan Dibuka? DPRD Panggil Para Pihak

Jembatan WIKA-Balikpapan Baru dibangun pakai uang APBD, siapa keberatan dibuka hingga jadi polemik? DPRD Balikpapan akan panggil para pihak

Penulis: Aro | Editor: Amalia Husnul A
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD ZEIN
POLEMIK JEMBATAN WIKA - Pantauan Jembatan Tamansari Bukit Mutiara 1 WIKA di Balikpapan ditutup sementara, Selasa (4/2/2025). Jembatan WIKA-Balikpapan Baru yang dibangun pakai uang APBD, siapa keberatan dibuka hingga jadi polemik? DPRD Balikpapan akan panggil para pihak (TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD ZEIN RAHMATULLAH) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Pembukaan jembatan WIKA-Balikpapan Baru menjadi polemik, lantaran ada yang keberatan jembatan penghubung dari kawasan Gunung Samarinda ke Balikpapan Baru dan Jalan MT Haryono.

Jembatan WIKA-Balikpapan Baru ini dibangun dari dana APBD yang dimaksudkan sebagai jalur alternatif untuk mengurai kemacetan. 

Namun belum lama dibuka untuk uji coba, pembukaan jembatan WIKA-Balikpapan Baru ini justru menuai polemik bahkan sempat ada ketegangan antara warga sekitar dengan anggota DPRD Balikpapan saat melakukan peninjauan.

Sebenarnya siapa yang keberatan jembatan WIKA-Balikpapan Baru ini dibuka?

Baca juga: Beda Sikap BBPJN Kaltim soal Penutupan Jembatan Mahakam, Anggota Komisi II: Siap Tanggung Jawab?

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Balikpapan, Rita mengatakan jembatan Wika WIKA-Balikpapan Baru ini dimaksudkan sebagai akses alternatif yang memudahkan warga.

Jembatan WIKA-Balikpapan Baru berkelir hitam kuning ini bernama Jembatan Tamansari Bukit Mutiara 1 WIKA yang memiliki panjang 20,50 m, lebar 7,84 m terletak di Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Kecamatan Balikpapan Utara.

Upaya Komisi III DPRD Balikpapan melakukan mediasi polemik jembatan WIKA-Balikpapan Baru awal pekan ini berujung pada ketegangan antara warga dan DPRD.

Komisi III DPRD Kota Balikpapan menjadwalkan ulang Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama warga Perumahan WIKA. 

"Dengan adanya jalur alternatif ini, kami optimis dapat mengurangi kepadatan lalu lintas,” ujar Rita. 

Ketua Komisi III DPRD kota Balikpapan, H. Yusri mengatakan RDP ini bertujuan mencari solusi atas keluhan masyarakat terkait akses jalan yang menjadi perdebatan.

Yusri menegaskan bahwa pihaknya akan mengundang seluruh ketua RT di lingkungan Perumahan Wika, tokoh masyarakat, serta instansi terkait seperti Disperkim, Dishub, Dinas PU, Asisten I dan II, lurah, dan camat.

“Kami akan memanggil semua pihak agar permasalahan ini tidak berlarut-larut dan menjadi konflik berkepanjangan. 

POLEMIK JEMBATAN WIKA - Suasana Jembatan WIKA-Balikpapan Baru. Kanan: Ketegangan yang terjadi saat tinjauan DPRD Balikpapan ke jembatan yang diberi nama Jembatan Tamansari Bukit Mutara 1, Selasa (18/2/2025). Jembatan WIKA-Balikpapan Baru ini menjadi polemik. Dibangun dengan uang APBD, kini warga perumahan minta diberlakukan buka tutup.
POLEMIK JEMBATAN WIKA - Suasana Jembatan WIKA-Balikpapan Baru. Kanan: Ketegangan yang terjadi saat tinjauan DPRD Balikpapan ke jembatan yang diberi nama Jembatan Tamansari Bukit Mutara 1, Selasa (18/2/2025). Jembatan WIKA-Balikpapan Baru dibangun pakai uang APBD, siapa keberatan dibuka hingga jadi polemik? DPRD Balikpapan akan panggil para pihak (TribunKaltim.co/Zainul/Mohammad Zein Rahmatullah)

Harus ada kesepakatan bersama yang menguntungkan semua pihak,” ujar Yusri kepada Tribunkaltim.co, Rabu (19/2/2025).

Lebih lanjut dia menegaskan langkah ini diambil setelah muncul keluhan dari warga di media sosial yang merasa tidak dilibatkan dalam pembahasan sebelumnya

Baca juga: Jadwal RDP Ulang Bahas Polemik Jembatan Taman Sari Satu di Perumahan Wika Balikpapan

Menurut Yusri, polemik ini muncul akibat perbedaan persepsi terkait pihak yang dianggap tidak kooperatif dalam pembukaan akses jalan.

Sebelumnya, warga Perumahan Pemda disebut menolak pembukaan jalan, namun setelah melalui pembahasan, mereka akhirnya menerima keputusan tersebut.

Ironisnya, kini warga Perumahan Wika justru keberatan, padahal banyak masyarakat yang menginginkan jalan itu tetap dibuka karena dapat memangkas waktu tempuh menuju Balikpapan Utara dan sekitarnya.

“Awalnya warga Perum Pemda yang keberatan, tetapi setelah diskusi mereka menerima.

Sekarang gantian warga WIKA yang merasa keberatan, padahal banyak yang justru ingin akses ini dibuka agar perjalanan lebih mudah dan kemacetan bisa berkurang,” jelasnya.

Yusri memahami bahwa ada sebagian warga yang merasa tidak nyaman dengan dibukanya akses jalan tersebut.

Oleh karena itu, solusi alternatif perlu dicari agar semua pihak merasa diakomodasi. Salah satu opsi yang ia tawarkan adalah penerapan sistem buka-tutup jalan pada malam hari.

“Kita bisa terapkan aturan yang disepakati bersama, misalnya jalan dibuka hanya hingga pukul 22.00 WIB agar tetap ada kontrol bagi warga sekitar,” sarannya.

Yusri menegaskan bahwa warga Perumahan Wika tetap merupakan bagian dari Kota Balikpapan, sehingga akses jalan yang telah diserahkan ke pemerintah harus dapat digunakan oleh masyarakat luas.

Selain untuk kelancaran transportasi, pembukaan jalan ini juga dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.

“Dengan adanya akses jalan ini, aktivitas ekonomi bisa meningkat. Warga yang memiliki usaha seperti kafe, warung, atau toko akan mendapatkan pelanggan baru dari pengguna jalan yang melintas,” ungkapnya.

Untuk itu, Komisi III DPRD Balikpapan akan kembali menggelar RDP guna menyatukan pandangan semua pihak dan mencapai kesepakatan yang menguntungkan semua warga.

“Kami ingin RDP nanti bisa menghasilkan keputusan final, sehingga setelah pertemuan tidak ada lagi polemik yang berulang,” tegas Yusri.

Diketahui jembatan WIKA-Balikpapan Baru ini melewati dua kompleks Perumahan yakni Perumahan Pemda dan Perumahan WIKA.

Warga Balikpapan merawa keberadaan jembatan WIKA-Balikpapan Baru ini membantu warga untuk menempuh rute yang lebih efisien. 

Andrie, salah seorang warga Kampung Timur, menyambut baik pembukaan jembatan ini.

Dengan adanya jembatan ini, perjalanan dari Kampung Timur menuju kawasan MT Haryono jadi lebih cepat dan mudah. 

"Saya sangat senang karena ini benar-benar membantu kami yang sering melewati jalur ini,” ungkapnya.

Baca juga: Anggota DPRD Balikpapan Dapat Cacian Warga saat Tinjau Jembatan Tamansari Bukit Mutiara 1

Tidak Boleh Ditutup Total

Asisten I Sekretariat Kota (Setkot) Balikpapan, Zulkifli, menanggapi permintaan warga Perumahan Wika terkait pemberlakuan sistem buka tutup di Jembatan TamanSari yang menghubungkan Perumahan Wika dan Balikpapan Baru.

Warga mengusulkan sistem buka tutup pada jembatan tersebut dengan alasan keamanan, terutama pada malam hari. 

Terkait hal itu, Zulkifli menegaskan bahwa meskipun sistem buka tutup diperbolehkan, jembatan tidak boleh ditutup total.

"Memang kompleks perumahan pada malam hari diperbolehkan untuk menerapkan sistem buka tutup, tetapi tidak boleh ditutup total.

Saya sudah sampaikan bahwa jembatan ini harus tetap terbuka 24 jam," ujar Zulkifli, Selasa (18/2/2025).

Meski begitu, pihaknya masih menoleransi pengaturan jam buka tutup di waktu-waktu tertentu, terutama saat jam rawan seperti pukul 22.00 Wita ke atas.

"Kalau ada pengaturan di jam-jam rawan, misalnya setelah pukul 22.00, itu bisa kita toleransi.

Saya pikir masyarakat juga paham karena banyak perumahan yang menerapkan sistem portal demi keamanan," jelasnya.

Lebih lanjut Zulkifli mengatakan, kebijakan pembukaan jembatan selama 24 jam sebelumnya dilakukan sebagai bagian dari tahap evaluasi.

"Sebab kemarin masih dalam tahap evaluasi, makanya kita buka dulu 24 jam untuk melihat dampaknya secara menyeluruh.

Jadi, tidak ada niat untuk menutup total," terangnya.

Baca juga: Warga Perumahan Wika Ingin Jembatan Taman Sari Dibuka-Tutup, Begini Respons Pemkot Balikpapan

(TribunKaltim.co/Dwi Ardianto/Mohammad Zein Rahmatullah/Zainul)

Ikuti berita populer lainnya di Google NewsChannel WA, dan Telegram.

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved