Berita Samarinda Terkini
Pemkot Samarinda Kaji Aturan Baru Pengelolan Parkir, Hasil Audit: Ada Dugaan Kesalahan Administrasi
Pemkot Samarinda kaji aturan baru pengelolaan parkir. Hasil audit: ada dugaan kesalahan administrasi. Audit masih akan berlanjut.
Penulis: Aro | Editor: Amalia Husnul A
Ia menilai, publik memiliki ekspektasi tinggi terhadap peran DPRD dalam memastikan tata kelola parkir yang transparan dan akuntabel.
"Menurut saya, peran dewan kota Samarinda juga dituntut oleh publik dengan fungsi pengawasannya. Kira-kira selama ini seperti apa, apakah sudah maksimal atau belum," katanya.
Dugaan Pungli
Walikota Samarinda, Andi Harun menemukan adanya dugaan pungutan liar (pungli) dalam tara kelola parkir. Hal ini ia soroti berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak), Rabu (8/1/2025).
Andi Harun mengatakan, berdasarkan hasil wawancaranya dengan sejumlah juru parkir (jukir) dan pengawas lapangan, Wali Kota ini menemukan adanya pelanggaran dalam sistem pengelolaan parkir.
"Selama ini masyarakat mengeluhkan tata kelola parkir, dan ternyata keluhan tersebut bukan isapan jempol,” ujarnya.
Dirinya menyebut, dalam sidak itu ditemukan fakta adanya pengawas jukir yang dengan bebas menunjuk pihak lain untuk membagi shift sebagai jukir.
“Padahal mereka tidak memiliki wewenang hukum untuk itu. Ini jelas merupakan pungli," tegas Andi Harun.
Menurutnya, sistem setoran parkir yang ada saat ini masih menggunakan metode manual, yang rentan disalahgunakan.
Dalam wawancara pun, salah satu jukir mengungkapkan bahwa mereka menyetorkan hasil parkir sebesar Rp 70 ribu per minggu ke Dinas Perhubungan (Dishub), meskipun pendapatan mereka rata-rata mencapai Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta per minggu.
"Kita ingin para jukir diberi gaji minimum setara UMR, tetapi semua tata kelola keuangan harus terintegrasi secara digital. Tidak boleh lagi ada setoran tunai.
Sistem peraturan kita sudah lengkap, mulai dari peraturan presiden, peraturan menteri, hingga peraturan wali kota.
Tapi, praktik di lapangan tidak sesuai aturan," ungkapnya.
Temuan ini pun menjadi bahan evaluasi penting oleh pihaknya. Wali Kota Andi Harun pun memanggil kembali pihak terkait ke untuk membahas langkah-langkah perbaikan.
“Ini masalah serius. Kita bekerja dengan benar saja masih sering dicurigai, difitnah, dan di judge negatif," katanya.
Baca juga: Gedung Plaza 21 Samarinda Resmi Beralih Fungsi Jadi Kantong Parkir, Bakal Dibangun Ulang 5 Lantai
(TribunKaltim.co/Sintya Alfatika Sari)
Ikuti berita populer lainnya di Google News, Channel WA, dan Telegram.
| Anggota DPRD Desak Pemerataan Fasilitas Pendidikan di Samarinda |
|
|---|
| Wakil Ketua DPRD Samarinda Sebut Masalah Air Bersih Masih Jadi Keluhan Masyarakat |
|
|---|
| Investigasi Jembatan Mahakam Samarinda Dilakukan Besok, BBPJN Kaltim: Kita Datangkan Tim dari KKJTJ |
|
|---|
| Puluhan Lapak di Jalan Sirat Salman Samarinda Diserbu Warga Buru Takjil Jelang Buka Puasa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250113_Wali-Kota-Samarinda-Andi-Harun-berbincang-dengan-salah-satu-juru-parkir.jpg)