Rabu, 15 April 2026

Pilkada Kukar 2024

Menang PSU Pilkada Kukar, Aulia-Rendi Pilih Rangkul Lawan Politik

Berdasarkan hasil hitung cepat internal BBP Pemilu DPC PDI Perjuangan Kukar, Aulia-Rendi meraih 56,74 persen suara

TRIBUNKALTIM.CO,TENGGARONG – "Kemenangan bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal dari rekonsiliasi dan kerja bersama." 

Inilah pesan yang ingin disampaikan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri – Rendi Solihin, usai dinyatakan unggul dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kukar 2025.

Berdasarkan hasil hitung cepat internal Badan Pemenangan Pemilu (BP Pemilu) DPC PDI Perjuangan Kukar, Aulia-Rendi meraih suara mayoritas dengan perolehan 56,74 persen. 

Sementara real count dari Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDIP mencatat angka yang lebih tinggi, yakni 57,7 persen.

Baca juga: Quick Count di 400 TPS, Aulia-Rendi Unggul 56.56 Persen Suara dari Paslon 02 dan 03 pada PSU Kukar

Pasangan nomor urut 02, Awang Yacoub Luthman – Akhmad Zais, hanya memperoleh 14,1 persen, sedangkan pasangan nomor urut 03, Dendi Suryadi – Alif Turiadi, meraih 28,2 persen suara.

Namun alih-alih menunjukkan selebrasi berlebihan, Aulia dan Rendi memilih untuk menyampaikan pernyataan menyejukkan.

Dalam pidato singkatnya, Aulia justru mengulurkan tangan persaudaraan kepada dua paslon lain.

"Pertarungan ini bukan soal siapa yang menang, tapi bagaimana kita bisa duduk bersama setelahnya. Kami ingin bersanding, bukan semata bertanding," ujar Aulia saat jumpa pers bersama awak media.

Ia menyebut kedua paslon yang menjadi rival dalam Pilkada ini sebagai putra-putra terbaik daerah.

Menurutnya, ide dan gagasan dari seluruh calon merupakan aset berharga yang harus dipadukan demi membangun Kukar secara kolektif.

"Kami percaya bahwa Kukar ini terlalu besar untuk dibangun oleh satu kelompok saja. Kita butuh semua kekuatan, semua pikiran, semua hati," lanjutnya.

Lebih jauh, Aulia juga menegaskan bahwa masyarakat Kutai adalah masyarakat yang menjunjung tinggi adat, menghormati perbedaan, dan tetap bisa bersatu dalam semangat kebersamaan.

"Orang Kutai tahu bagaimana menjaga adat, bagaimana menempatkan perbedaan sebagai kekuatan, bukan kelemahan. Hari ini kita buktikan bahwa politik tidak memecah belah kita, tapi menyatukan," tegasnya.

Ia juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh tim pemenangan, relawan, simpatisan, dan masyarakat Kukar yang telah menjaga proses demokrasi berjalan dengan damai dan terhormat.

"Loyalitas dan kesetiaan mereka adalah energi luar biasa. Ini bukan sekadar angka, ini adalah suara perubahan yang lahir dari peluh dan semangat rakyat Kukar," kata Aulia dengan penuh emosi.

Baca juga: Kesbangpol Menargetkan Partisipasi Pemilih di PSU Kukar 2025 Capai 70,98 Persen 

Tak lupa, ia memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran penyelenggara Pilkada—KPU, Bawaslu, serta aparat keamanan dari TNI dan Polri—yang telah memastikan PSU berlangsung aman, tertib, dan damai.

"Sejak pagi hingga malam, tidak ada insiden yang mencederai proses demokrasi kita. Ini kemenangan bagi semua, termasuk bagi demokrasi Kukar," tutupnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved