Berita Samarinda Terkini
JPO di Jalan Slamet Riyadi Samarinda Dibongkar, Warga Harap Dibangun Kembali
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di Jalan Slamet Riyadi, Kota Samarinda, resmi dibongkar
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di Jalan Slamet Riyadi, Kota Samarinda, resmi dibongkar pada Jumat (30/5/2025) malam.
Jembatan yang dicat merah putih dengan struktur bangunan beton itu telah lama menjadi sarana penting bagi masyarakat sekitar, khususnya warga RT 12 Karang Asam Ilir, Kecamatan Sungai Kunjang, untuk menyeberang menuju Masjid Darunni'mah.
Berdasarkan pantauan TribunKaltim.co pada Jumat sore sebelum pembongkaran, tampak kondisi JPO telah mengalami kerusakan.
Struktur pagar yang terbuat dari besi terlihat kropos di beberapa bagian, mengindikasikan usia bangunan yang sudah tua.
Baca juga: Harum Ayu Anak Samarinda Terpilih Jadi Pendamping Timnas di Kualifikasi Piala Dunia Lawan China
Di waktu yang sama, instalasi listrik mulai dilepas dari jembatan. Beberapa pipa listrik diletakkan di lantai JPO, menunjukkan persiapan pembongkaran yang dilakukan secara bertahap.
Sebagai catatan, pembongkaran ini bukan yang pertama dilakukan pemerintah. Sebelumnya, JPO yang berada di kawasan Mall Lembuswana juga telah dibongkar.
Sabtu (31/5/2025) sore, Tribunkaltim.co kembali mendatangi lokasi dan mendapati bangunan JPO sudah dibongkar setengah. Sebuah ekskavator tampak terparkir tak jauh dari lokasi, siap melanjutkan proses pembongkaran.
Di bagian atas JPO telah dipasang penghalang kayu dan dua plang kuning bertuliskan "Mohon Maaf, Jalan Dialihkan", sebagai penanda keamanan.
Bagi masyarakat sekitar, keberadaan JPO ini sangat vital. Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan,
“Untuk menyeberang untuk sholat, kadang juga anak-anak kalau mau ke seberang.”ucapnya
JPO tersebut selama ini menjadi jalur aman menuju masjid, khususnya saat hari Jumat, ketika banyak warga RT 12 menunaikan salat Jumat di Masjid Darunni’mah yang berada tepat di seberang jalan.
Ia juga mengungkapkan kekhawatiran terkait keamanan jika JPO tidak ada.
“Orang tua untuk sholat. Soalnya kalau orang tua menyeberang ini bahaya.”tuturnya
Beberapa kejadian kecelakaan di wilayah tersebut pun menjadi bukti bahwa menyeberang langsung tanpa JPO sangat berisiko, terutama mengingat padatnya arus lalu lintas di Jalan Slamet Riyadi yang lurus dan ramai kendaraan.
Pembongkaran dilakukan tengah malam agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
“Mulainya setengah 12 sampai jam 4 jam 5 lah itu,” ujar.
Selama pembongkaran, lalu lintas sempat dialihkan menjadi 1 jalur, dan kembali 2 jalur di pagi hari.
Rencana selanjutnya, pembongkaran akan dilanjutkan untuk merobohkan sisa bangunan JPO yang masih berdiri kokoh. Warga berharap pemerintah tidak hanya membongkar, tetapi juga segera membangun kembali jembatan tersebut.
“Kalau harapannya orang tua di masyarakat di sini ya dibangun lagi supaya orangtua bisa tidak menyebrang lagi lewat di sini karena memang kebanyakan orangtua di wilayah RT12 ini yang susah untuk menyebrang ke masjid itu,”pungkasnya (*)
| Derby Inggris Manchester United vs Liverpool, Suporter Samarinda Gelar Nobar |
|
|---|
| Disorot Pansus, Proyek Kolam Retensi Rp28 Miliar di Sempaja Samarinda Dinilai Belum Maksimal |
|
|---|
| Gasak Motor Mahasiswa saat Dini Hari, Seorang Pengangguran di Samarinda Ulu Diringkus Polisi |
|
|---|
| Terapkan Prinsip Zero Tolerance, Pemkot Samarinda Bentuk Satgas Lawan Kecurangan SPMB |
|
|---|
| SPMB 2026/2027 Mulai Dimatangkan, Disdikbud Samarinda Siapkan Sistem Ketat Cegah Siswa ‘Titipan’ |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250531_JPO-di-samarinda.jpg)