Selasa, 14 April 2026

Berita DPRD Kukar

Bekerja dengan Hati, DPRD Kukar Berkomitmen Wujudkan Tindakan Nyata yang Berpihak pada Warga

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan kepedulian dan empati yang tinggi terhadap masyarakat

TRIBUNKALTIM.CO/PATRICK VALLERY SIANTURI
DPRD KUKAR - DPRD Kukar terus menunjukkan kepedulian dan empati yang tinggi terhadap masyarakat, terutama dalam menghadapi situasi krisis yang menyentuh sisi kemanusiaan. Langkah humanis DPRD Kukar ini menjadi gambaran bahwa kekuasaan yang dijalankan dengan empati mampu menjadi cahaya dalam kegelapan. (TRIBUNKALTIM.CO/PATRICK VALLERY SIANTURI) 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan kepedulian dan empati yang tinggi terhadap masyarakat, terutama dalam menghadapi situasi krisis yang menyentuh sisi kemanusiaan.

Komitmen ini tidak hanya terlihat dari pernyataan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata yang berpihak pada warga.

Anggota Komisi III DPRD Kukar, Johansyah, menegaskan bahwa tugas seorang wakil rakyat bukan semata menjalankan fungsi legislasi, tetapi juga hadir sebagai bagian dari masyarakat yang merasakan dan memahami penderitaan warga.

Baca juga: DPRD Kukar Dukung Pelestarian Bahasa Kutai di Sekolah

“Kerja kita ini adalah kerja demi Allah, kita buat untuk masyarakat. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral kita sebagai manusia,” ujarnya, Senin(9/6/2025).

Ia menekankan pentingnya keikhlasan dalam bekerja dan keteguhan dalam membantu sesama, terutama saat masyarakat tengah berada dalam kondisi sulit.

“Kita tetap berjalan sesuai prosedur, tapi jangan pernah lupakan niat baik kita. Selama langkah kita untuk kebaikan, kita teruskan,” tegasnya.

Dalam setiap langkahnya, DPRD Kukar berusaha memberikan pendampingan dan dukungan kepada warga yang membutuhkan. Kepedulian itu diwujudkan melalui upaya langsung turun ke masyarakat, mendengarkan keluhan, dan mencari solusi bersama dengan penuh empati.

Bagi DPRD Kukar, kehadiran mereka di tengah masyarakat adalah bentuk solidaritas dan tanggung jawab sosial. Kepedulian ini tidak dibatasi oleh jabatan, melainkan dilandasi oleh kesadaran akan pentingnya menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.

“Yang kita pikirkan adalah bagaimana masyarakat bisa kembali bangkit, bisa kembali tersenyum, dan tidak merasa sendirian dalam menghadapi cobaan,” tutup Johansyah. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved