OPINI
Keresahan Pengguna Rest Area di Tol Balikpapan-Samarinda
Pengelola Tol Balikpapan masih abai terhadap wajah jalan tol sebagai instrumen penting keberadaan IKN. Harus diakui kebersihan rest area tak layak.
Namun karena tempatnya kotor, banyak bekas tanah atau lumpur, orang yang mau berwudhu pun enggan untuk melepas sandal.
Karena takut lantai tersebut tidak suci, yang berakibat cukup fatal, jika mau melakukan ibadah sholat, karena bisa tidak sah sholatnya jika ada anggota tubuh yang terkena najis.
Banyak toilet yang pintunya rusak, bukannya diperbaiki, tapi hanya diikat dengan tali police line. Begitu juga area rest area terasa kurang terawat, termasuk kebersihan fasilitas masjid yang ada.
Sebagai masyarakat pengguna rest area dan untuk menjaga marwah Kaltim dalam mendukung IKN, penulis berharap melalui tulisan ini, ada upaya terukur untuk membenahi manajemen pengelolaan rest area di dua tempat tersebut dalam waktu secepatnya.
Apalagi Kaltim sudah semakin sering ditunjuk sebagai lokasi berbagai event, baik pada skala nasional maupun internasional.
Masyarakat juga dituntut untuk menyesuaikan dengan budaya baru sebagai lokasi IKN.
Yuks kita secara terus melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
Ada ungkapan yang patut kita renungkan dan kita implementasikan, yaitu "sesuatu yang biasa itu belum tentu benar, tetapi sesuatu yang benar mari kita biasakan". (*)
Penulis: Mantan Camat, mantan Pjs. Bupati, saat ini sebagai Widyaiswara Ahli Utama pada BPSDM Kaltim.
rest area
Tol Balikpapan-Samarinda
Ibu Kota Nusantara
IKN
Awang Faroek Ishak
Balikpapan
Samarinda
Kalimantan Timur
| Pertamax Naik, Pukulan Telak Bagi Masyarakat Kelas Menengah |
|
|---|
| Memahami Modus Operandi Begal via Teori Pilihan Rasional dan Aktivitas Rutin |
|
|---|
| Membaca Pikiran Anderiy Syachrum: Kejutan Gerbong Baru, Kabinet Ramping, dan Formula Menuju PON 2028 |
|
|---|
| Benalu di Balik Jubah Suci |
|
|---|
| Koperasi Merah Putih: Jangan Terjebak pada Gedung, Bangunlah Ekosistemnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/dr-moh-jauhar-efendi.jpg)