Jumat, 1 Mei 2026

Berita Samarinda Terkini

DPRD Desak Pemkot Samarinda Percepat Relokasi Pedagang ke Pasar Pagi yang Baru

Pasar Pagi Samarinda di Provinsi Kalimantan Timur direvitalisasi, kini punya wajah baru, telah terlihat megah

Tayang:
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA
REVITALISASI PASAR PAGI - Wajah baru Pasar Pagi Samarinda tampak megah dengan bangunan bertingkat yang modern, 16 Juni 2025. Soal revitalisasi Pasar Pagi Samarinda, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Samarinda, Marnabas Patiroy, menyatakan bahwa proses tersebut akan dilakukan secara bertahap demi memastikan hasil akhir yang optimal dan bebas dari kekurangan. (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA) 

Menanggapi kabar bahwa Pemkot Samarinda akan menyediakan fasilitas digital seperti live streaming untuk mendukung pedagang online, Abdul Rohim menyambut positif ide tersebut.

Baca juga: Warga Menduga Sengaja Dibakar, 10 Bangunan di Pasar Pagi Samarinda Ludes jadi Abu

Tentu saja selama tidak mengorbankan hak pedagang lama, yang lebih dulu memiliki Surat Keterangan Tempat Usaha dan Berjualan (SKTUB).

“Itu silakan saja, artinya kalau ruangnya ada justru bagus. Tapi yang paling penting adalah mengakomodir para pedagang yang sejak awal sebelum renovasi itu sudah punya SKTUB atau lapak," katanya.

Karena kalau misalnya tiba-tiba masuk komponen yang lain, sedangkan yang sebenarnya punya hak sejak awal tidak terakomodir.

"Itu bisa menimbulkan konflik dan malah menjadi konflik baru,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penyesuaian ukuran lapak baru yang kini dinilai lebih kecil dibandingkan sebelumnya.

Hal ini, menurutnya, harus dikonsultasikan langsung dengan pedagang, karena bisa berdampak pada kemampuan mereka menata dan menjual barang.

“Karena ada juga informasi lapak-lapaknya dimensinya lebih kecil dibanding sebelumnya, jadi itu juga perlu didiskusikan. Karena ada pedagang yang jumlah dagangannya cukup banyak. Jangan sampai mereka dulu bisa terakomodir dengan satu dua lapak, kemudian tiba-tiba ketika masuk ke sini karena dimensinya lebih kecil tidak bisa meng-cover,” jelasnya.

Abdul Rohim menekankan bahwa prioritas utama harus tetap diberikan kepada pedagang lama yang telah sah memiliki hak usaha di Pasar Pagi.

Menurutnya, relokasi tidak boleh membuka ruang konflik baru akibat masuknya pihak-pihak yang tidak memiliki dasar hukum atau kepemilikan lapak sebelumnya.

Jadi pedagang segera balik ke Pasar Pagi kemudian diinformasikan secara luas.

Sehingga ekosistem Pasar Pagi itu bisa kembali normal. Dan yang menjadi prioritas utama adalah tetap pedagang Pasar Pagi yang sejak dulu sudah punya surat.

"Dan itu dulu yang diselesaikan. Jadi jangan bicara pedagang luar dulu, diskusikan dulu untuk memenuhi pedagang Pasar Pagi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemkot Samarinda menargetkan proses pemindahan pedagang bisa dimulai tahun ini.

Namun, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Samarinda, Marnabas Patiroy, menyatakan bahwa proses tersebut akan dilakukan secara bertahap demi memastikan hasil akhir yang optimal dan bebas dari kekurangan.

“Perkembangan Pasar Pagi berjalan terus, kita target tahun ini harus pindah. Ini sebenarnya kalau mau jujur, pedagang sudah bisa pindah sebagian, tapi kami maunya bertahap. Kami mau itu clear. Karena kami tidak mau ada kekurangan,” demikian Marnabas. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved