Sejak Subuh, Berta Guru Honor di Samarinda Susuri Jalan Sejauh 5 Km Selama 11 Tahun, Ini Imbalannya
Pagi-pagi benar saat arah jarum jam menunjukkan pukul 03.30 Wita. Seorang guru honorer di Kota Samarinda Kalimantan Timur, Berta Bua’dera sudah bangu
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Pagi-pagi benar saat arah jarum jam menunjukkan pukul 03.30 Wita. Seorang guru honorer di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Berta Bua’dera sudah terbangun dari tidurnya.
Ia kemudian bergegas menuju dapur untuk mempersiapkan segala sarapan dan bekal yang akan dibawa ke sekolah.
Sayur daun singkong yang sudah direbus di tungku sebelah kemudian ditumis.
Setelah itu, dia goreng beberapa potong ikan kering.
Usai membereskan semua makanan, Berta merebus air panas.
Perempuan kelahiran 1972 mengaku tak bisa mandi kecuali pakai air panas.
Setelahnya, ia mengenakan seragam dinas berwarna coklat.
Baca juga: Debat Kandidat Pilkada 2020, Cara Calon Walikota Samarinda Meningkatkan Kesejahteraan Guru Honorer
Baca juga: Guru Honorer Bakal Terima Subsidi Gaji Rp 600 Ribu, Dapat Limpahan dari BLT Karyawan
Berta menyempatkan sarapan dan menyiapkan nasi, sayur dan ikan sehabis dimasaknya untuk bekal makan siang di sekolah.
Sebagian lainnya lauk ia sisakan untuk sarapan dan makan siang sang suami, Yusuf yang masih tidur.
Yusuf biasa bangun pukul 06.00 Wita saat Berta sudah tak ada di rumah.
Sekitar Pukul 04.30 Wita, Berta sudah meninggalkan rumah.
Sambil menenteng tas kecil dan kotak bekal, ibu satu anak ini berjalan kaki membelah kesunyian menuju SDN Filial 004 di Kampung Berambai, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Rumah Berta dan sekolah terpisah hutan lebat.