Selasa, 9 Juni 2026

Berita Ekbis Terkini

Simpanan Rupiah Menyusut, Likuiditas Perbankan Mulai Tertekan

Likuiditas industri perbankan mulai menghadapi tekanan seiring menyusutnya simpanan dalam mata uang rupiah.

Tayang:
Tribunnews.com/Jeprima
SIMPANAN RUPIAH - Ilustrasi pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di money changer DolarAsia, Jakarta Selatan, Selasa (27/1/2026). Likuiditas industri perbankan mulai menghadapi tekanan seiring menyusutnya simpanan dalam mata uang rupiah. 

“CASA terutama tumbuh 14 persen secara tahunan per April. Secara likuiditas masih baik, tentu karena permintaan kredit juga masih lemah,” ujar Lani.

Lani mengatakan, CIMB Niaga tetap menjadikan CASA sebagai tulang punggung likuiditas.

Strategi tersebut dijalankan melalui operating account perusahaan, payroll, dan digital mass segment.

Laporan keuangan CIMB Niaga menunjukkan DPK perseroan per April 2026 tumbuh 3,72 persen secara tahunan menjadi Rp 259,86 triliun.

Komposisi DPK CIMB Niaga makin didominasi dana murah.

Giro tercatat sebesar Rp 101,99 triliun atau tumbuh 19,76 persen secara tahunan.

Tabungan mencapai Rp 90,33 triliun atau tumbuh 8,47 persen secara tahunan. Sementara itu, deposito turun 17,74 persen secara tahunan menjadi Rp 67,52 triliun. (*)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Kredit Menganggur Kian Menumpuk, Bank Masih Tunggu Ekspansi Pelaku Usaha" dan Kompas.com 

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved