Berita Ekbis Terkini
Simpanan Rupiah Menyusut, Likuiditas Perbankan Mulai Tertekan
Likuiditas industri perbankan mulai menghadapi tekanan seiring menyusutnya simpanan dalam mata uang rupiah.
“CASA terutama tumbuh 14 persen secara tahunan per April. Secara likuiditas masih baik, tentu karena permintaan kredit juga masih lemah,” ujar Lani.
Lani mengatakan, CIMB Niaga tetap menjadikan CASA sebagai tulang punggung likuiditas.
Strategi tersebut dijalankan melalui operating account perusahaan, payroll, dan digital mass segment.
Laporan keuangan CIMB Niaga menunjukkan DPK perseroan per April 2026 tumbuh 3,72 persen secara tahunan menjadi Rp 259,86 triliun.
Komposisi DPK CIMB Niaga makin didominasi dana murah.
Giro tercatat sebesar Rp 101,99 triliun atau tumbuh 19,76 persen secara tahunan.
Tabungan mencapai Rp 90,33 triliun atau tumbuh 8,47 persen secara tahunan. Sementara itu, deposito turun 17,74 persen secara tahunan menjadi Rp 67,52 triliun. (*)
Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Kredit Menganggur Kian Menumpuk, Bank Masih Tunggu Ekspansi Pelaku Usaha" dan Kompas.com
| Proyeksi Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar AS Senin 8 Juni 2026, Ada Faktor Global dan Domestik |
|
|---|
| Formula Tukin Pegawai DJP Diubah, Pengamat Ingatkan Risiko Tekanan kepada Wajib Pajak |
|
|---|
| Daftar Tarif Listrik PLN Periode 8-14 Juni 2026, Jika Beli Token Rp 50.000 dapat Berapa kWh? |
|
|---|
| Rupiah Melemah ke Rp 18.095, Pemerintah dan DPR Bahas Langkah Stabilisasi |
|
|---|
| Menkeu Purbaya Janji Beban Hidup Masyarakat Tidak Akan Naik Signifikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260407_nilai-tukar-rupiah_rekor-terlemah_Rp-17105-per-Dollar-AS.jpg)