Sabtu, 13 Juni 2026

Opini

Komitmen Berbangsa dan Bernegara, Bangga jadi Warga Negara Asing?

Beberapa hari terakhir ini di jagad maya kita disuguhi berita viral, dan menjadi perdebatan para netizen. 

Tayang:
Editor: Budi Susilo
Humas Pemprov Kaltim
Dr. Drs. Moh. Jauhar Efendi, M.Si., CH.Ps., Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim. Mantan Camat Babulu dan Penajam, mantan Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Prov Kaltim, dan mantan Pjs. Bupati Kutai Timur.  

Maksud Pemerintah memberikan beasiswa agar kelak setelah selesai studi dapat mendarmabaktikan ilmunya, kemampuannya untuk ikut membangun dan mencerdaskan bangsa Indonesia.

Boleh misalnya untuk tidak buru-buru pulang ke Indonesia dan bekerja di sana, tetapi harapannya harus tetap bangga dengan Ibu Pertiwi yang melahirkan dan membesarkannya.

Bukankah kemerdekaan Negara Republik Indonesia diperoleh dari pengorbanan berdarah-darah para pejuang yang tulus ikhlas mengorbankan jiwa dan raganya, dengan satu tekad ”merdeka”?

Karena sangat viral, tak kurang dari Wakil Ketua Komisi X DPR-RI, Lalu Hadrian Irfani, meminta Pemerintah memastikan integritas dan akuntabilitas pengelolaan dana pendidikan negara, termasuk program LPDP.

Lebih lanjut, Lalu menekankan agar penerima beasiswa LPDP perlu menunaikan kewajiban kontribusi kepada negara sesuai kesepakatan. Apalagi program LPDP itu bersumber dari uang rakyat.

Dalam pemberitaan yang telah ramai, LPDP menyayangkan terjadinya polemik di media sosial yang dipicu oleh tindakan salah satu alumni, Saudara DS.

Tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai integritas, etika dan profesionalisme yang ditanamkan LPDP kepada seluruh penerima beasiswa.

Sementara suaminya yang juga merupakan awardee/penerima beasiswa LPDP diduga belum menyelesaikan kontribusinya. Mereka diketahui menetap di Inggris. 

Sesuai ketentuan, seluruh awardee atau penerima beasiswa dan alumni LPDP memiliki kewajiban untuk melaksanakan pengabdian berkontribusi  di Indonesia selama 2 kali masa studi plus 1 tahun.

Dalam kasus DS yang menempuh studi selam dua tahun, kewajiban kontribusi tersebut adalah lima tahun. Itu sudah dipenuhi oleh DS, karena ia dinyatakan lulus studi pada tanggal 31 Agustus 2017.

Di dalam akun IG-nya yang diposting 5 hari yang lalu, saya melihat sebenarnya selama 9 tahun yang lalu sejak lulus dari S-2 di Belanda, dia kembali ke Indonesia dan melakukan langkah nyata memberikan kontribusi terhadap bangsa dan Negara Indonesia, di antaranya

(1) Bisnis Model Framework. 

Hasil riset yang banyak digunakan oleh negara di Asia & Afrika untuk mengembangkan energi surya untuk diterapkan di Pulau Sumba atau wilayah lain di Indonesia dan bisa didownload secara gratis;

(2) Menciptakan lapangan kerja dan mendukung UMKM Indonesia.

Membangun bisnis lestari yang menyediakan lapangan kerja serta bekerjasama dengan puluhan petani, pengrajin dan brand UMKM lokal Indonesia untuk membuat & memasarkan #ProdukBaik yang sehat, alami & lestari;

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
Live
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved