Jumat, 12 Juni 2026

Opini

Komitmen Berbangsa dan Bernegara, Bangga jadi Warga Negara Asing?

Beberapa hari terakhir ini di jagad maya kita disuguhi berita viral, dan menjadi perdebatan para netizen. 

Tayang:
Editor: Budi Susilo
Humas Pemprov Kaltim
Dr. Drs. Moh. Jauhar Efendi, M.Si., CH.Ps., Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim. Mantan Camat Babulu dan Penajam, mantan Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Prov Kaltim, dan mantan Pjs. Bupati Kutai Timur.  

Oleh: Dr. Drs. Moh. Jauhar Efendi, M.Si., CH.Ps., Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim. Mantan Camat Babulu dan Penajam, mantan Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Prov Kaltim, dan mantan Pjs. Bupati Kutai Timur. 

Beberapa hari terakhir ini di jagad maya kita disuguhi berita viral, dan menjadi perdebatan para netizen. 

Seorang Warga Negara Indonesia (WNI), Dewi Sasetyaningtyas (DS), di akun Instagramnya @sasetyaningtyas, mengunggah sebuah video, tengah membuka sebuah paket. Ia merasa sangat bangga, ketika dapat kiriman paket dari Inggris.

Katanya, ”paket ini bukan sembarang paket, tapi paket yang berisi dokumen yang penting banget yang menyangkut masa depan anak-anaknya”. 

Pertama, paket tersebut berisi surat dari Home Office (Kementerian yang bertanggung jawab urusan dalam negeri, termasuk imigrasi, keamanan dan administrasi publik) Inggris, yang menyatakan kalau anaknya yang kedua sudah diterima resmi jadi warga negara Inggris.

Paket ini menurut Dewi sudah ditunggu-tunggu selama 4 (empat) bulan terakhir. Nampak sekali wajah bahagianya ketika membuka paket tersebut.

Kedua, paket tersebut berisi paspor anaknya yang kedua yang telah resmi menjadi ”British Citizen”.

Ia tunjukkan anaknya masih bayi yang belum tahu apa-apa. Lebih lanjut, ia berceloteh, ”cukup saya saja yang jadi WNI. Anak-anak saya jangan”.

Ia menganggap anaknya memiliki paspor kuat WNA.

Sampai di sini mungkin kita menganggap wajar saja seseorang memilih menjadi warga negara asing.

Tetapi perlu diingat, bahwa ternyata dia alumni LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan), Tahun 2017.

Maksudnya dia pernah kuliah di Luar Negeri (Belanda) dan memperoleh beasiswa dari Negara melalui LPDP.

Beasiswa itu sumbernya dari pajak rakyat seluruh Indonesia (baik yang memiliki kemampuan maupun yang tidak berkemampuan).

Data itu berasal dari penelusuran netizen. Netizen Indonesia sangat gercep (gerak cepat) jika menemukan informasi yang bisa memancing emosi.

Hanya saja kelemahan sebagian besar netizen cepat mengambil kesimpulan, tanpa menelusuri secara detail apa yang telah diperbuat oleh DS.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved