Opini
Komitmen Berbangsa dan Bernegara, Bangga jadi Warga Negara Asing?
Beberapa hari terakhir ini di jagad maya kita disuguhi berita viral, dan menjadi perdebatan para netizen.
(3) Menyediakan Solusi atas Masalah
Sampah Plastik di Indonesia;
(4) Menyediakan Solusi Pengolahan Sampah Organik.
Mengajak ribuan orang Indonesia untuk menjadi #KawanKompos dan mulai berbagi #CeritaKompos dari Rumah melalui Pelatihan Mengompos Gratis melalui kanal YouTube dan Instagram;
(5) Turut Menjaga Pesisir Indonesia.
Menanam lebih 10 ribu pohon bakau di berbagai Pesisir Pantai Indonesia;
(6) Bantu Ibu Rumah Tangga Berpenghasilan dari Rumah;
(7) Penulis Buku Hidup Lestari, seperti Sustaination (2020), Petualangan Rima & Rimba (2021) dan akan terbit di tahun 2026 ini, tentang Ensiklobumi;
(8) Cepat Tanggap Bencana.
Seluruh penjualan e-Book ”Mengompos itu Mudah” pada Bulan Desember 2025 didonasikan untuk Bencana Banjir Sumatra;
(9) Bangun Sekolah Lestari di Pulau Sumba NTT.
Melihat capaian Saudari DS, nampak sekali dia orang yang cerdas dan tidak mau diam.
Kegelisahannya itulah yang membuat dia banyak bergerak dan membantu banyak orang.
Namun, tetap saja netizen melihat dia kurang bijak menggunakan media sosial di ruang publik.
Komentar netizen terbelah menjadi dua. Ada yang pro dan ada yang kontra. Tetapi mayoritas komentar adalah yang kontra atau menyayangkan tindakan DS. Ada yang komentar, ”korupsi gaya baru”.
| Pertamax Naik, Pukulan Telak Bagi Masyarakat Kelas Menengah |
|
|---|
| Memahami Modus Operandi Begal via Teori Pilihan Rasional dan Aktivitas Rutin |
|
|---|
| Membaca Pikiran Anderiy Syachrum: Kejutan Gerbong Baru, Kabinet Ramping, dan Formula Menuju PON 2028 |
|
|---|
| Benalu di Balik Jubah Suci |
|
|---|
| Koperasi Merah Putih: Jangan Terjebak pada Gedung, Bangunlah Ekosistemnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/dr-moh-jauhar-efendi.jpg)