Opini
Catatan Harian: Fenomena Mudik Lebaran hanya Ada di Indonesia
Mudik lebaran setiap tahun terus berulang. Makin lama jumlah orang yang melakukan mudik lebaran bukan berkurang, tetapi semakin bertambah.
Menariknya ada beragam alasan, mengapa orang harus mudik lebaran. Beberapa alasan tersebut antara lain:
(1) Supaya bisa berkumpul dengan keluarga besar dari berbagai daerah yang kebetulan juga banyak merantau;
(2) Merayakan lebaran dengan tradisi dan budaya lokal;
(3) Menghabiskan waktu dan bercengkerama dengan keluarga, karena jarang bertemu;
(4) Mengurangi stres dan melepas penat setelah setahunan bekerja;
(5) Menikmati makanan khas lebaran di kampung halaman;
(6) Ziarah ke makam keluarga yang sudah lama meninggal;
(7) Mengikuti tradisi dan acara keagamaan di kampung halaman;
(8) Menghemat biaya hidup, karena biaya hidup di kampung lebih murah – walaupun alasan ini harus dikaji lebih lanjut;
(9) Menghabiskan waktu liburan dengan keluarga; dan
(10) Mengajarkan anak-anak tentang tradisi dan budaya keluarga.
Tentu saja kalau dilakukan survey masih banyak lagi alasan mudik lebaran, tetapi alasan utamanya tetap satu, yaitu untuk berkumpul dengan keluarga dan teman-teman sebaya waktu kecil maupun waktu sekolah untuk silaturahmi merayakan lebaran.
Cara Memenuhi Biaya Mudik Lebaran
Ada berbagai cara untuk memenuhi biaya transportasi dan biaya selama mudik lebaran di kampung halaman.
Dikutip dari berbagai sumber, cara untuk memenuhi biaya tersebut antara lain:
(1) Tunjangan Hari Raya atau THR dari kantor;
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260318_Kapal-PELNI-Balikpapan-Mudik-Lebaran.jpg)