Minggu, 7 Juni 2026

Opini

Catatan Harian: Fenomena Mudik Lebaran hanya Ada di Indonesia

Mudik lebaran setiap tahun terus berulang. Makin lama jumlah orang yang melakukan mudik lebaran bukan berkurang, tetapi semakin bertambah.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Sumarsono
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
TRADISI MUDIK LEBARAN - Foto arsip suasana puncak arus mudik lebaran di Balikpapan, Kalimantan Timur terjadi 18 Maret 2026 dengan tiga kapal melayani ribuan penumpang. Fenomena mudik lebaran setiap tahun terus berulang. Makin lama jumlah orang yang melakukan aktivitas mudik lebaran bukan semakin berkurang, tetapi semakin bertambah. (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO) 

(2) Tabungan khusus lebaran; 

(3) Bantuan dari keluarga atau sanak saudara; 

(4) Menggadaikan emas atau barang berharga lainnya; 

(5) Meminjam teman/sahabat karib; 

(6) Pinjam atau kredit dari perbankan; 

(7) Gaji atau tambahan pendapatan dari kerja sampingan; 

(8) Bonus kerja; 

(9) Hasil penjualan barang-barang tidak terpakai; 

(10) Mengambil dana dari tabungan; 

(11) Mendapatkan arisan.

Kapan mulainya tradisi mudik lebaran?

Konon budaya atau tradisi mudik lebaran di Indonesia sudah cukup lama, yaitu sejak zaman Hindia Belanda atau zaman penjajahan kolonial Belanda. 

Sekitar tahun 1930-an. Namun saat itu, tradisi mudik lebaran masih terbatas pada pegawai pemerintah dan orang-orang kaya yang pulang kampung (pulkam) untuk merayakan lebaran.

Tradisi mudik lebaran mulai poputer dan meluas pada tahun 1950-an, setelah Indonesia merdeka. 

Saat itu, Pemerintah Indonesia di masa Presiden Soekarno mulai membangun infrasturktur transportasi, seperti jalan raya dan kereta api, yang memudahkan orang untuk melakukan perjalanan jauh.

Di masa pemerintahan Presiden Soeharto, pada tahun 1970-an, tradisi mudik lebaran semakin berkembang dan menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat luas, terutama dengan adanya subsidi transportasi dari pemerintah serta sarana dan prasarana pembangunan yang semakin baik dan lengkap. 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved