Opini
Catatan Harian: Fenomena Mudik Lebaran hanya Ada di Indonesia
Mudik lebaran setiap tahun terus berulang. Makin lama jumlah orang yang melakukan mudik lebaran bukan berkurang, tetapi semakin bertambah.
Saat ini, dengan semakin terbukanya moda transportasi darat, laut dan udara, mudik lebaran telah menjadi tradisi tahunan yang sangat populer di Indonesia.
Bahkan, mungkin satu-satunya negara di dunia yang memiliki tradisi mudik lebaran, dengan jutaan orang melakukan perjalanan pulkam untuk merayakan lebaran bersama keluarga.
Tradisi mudik lebaran bukan hanya dilakukan oleh umat Islam, tetapi juga non-muslim, karena selain libur 2 hari lebaran Idul Fitri, Pemerintah juga menambah cuti bersama dan kebijakan Work From Anywhere (WFA) tentu bisa memicu minat atau semangat orang untuk pulkam.
Bagi yang memiliki cukup biaya untuk pulkam dan tidak mengganggu keuangan rumah tangga, karena sudah dipersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya tentu pulkam tidak menjadi masalah.
Tetapi bagi seseorang yang memaksakan diri untuk pulkam, karena gengsi dan ingin dianggap sebagai orang yang sukses di perantauan tentu menyisakan persoalan yang sedikit serius.
Bayangkan saja, kalau harus menggadaikan emas, sepeda motor atau barang berharga lainnya hanya sekedar ikut meramaikan tradisi lebaran kan harus mengangsur bunganya kalau barang tersebut tidak bisa ditebus ketika sudah kembali ke kota.
Bisa jadi kalau uang pinjaman tidak mampu dikembalikan, maka jaminan barang yang diberikan akan dilelang oleh pihak pegadaian dengan harga yang murah.
Fenomena mudik lebaran ini memang unik. Ada pemudik pulkam memakai motor, dan dia harus bawa sangkar plus burungnya.
Alasannya burung bisa mati kalau tidak diberi makanan dan minuman dalam kurun waktu sekian hari.
Terpaksa burung tersebut harus ikut tradisi mudik lebaran.
Mau dititipkan ke penitipan hewan, tidak mampu karena ongkosnya mahal.
Boro-boro bayar penitipan hewan, rumah saja mereka masih banyak yang mengontrak alias sewa.
Perilaku pemudik yang mengendarai motor (pemotor) banyak yang aneh-aneh dan bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Banyak pemotor yang membawa barang berlebihan. Sementara itu pengemudi motor harus berhimpit-himpitan dengan istri dan beberapa anak.
Viral di sosial media, pemudik mengendarai mobil, tetapi di bagian belakang mobil diikat sebuah sepeda motor, dengan posisi setir motor diangkat ke atas, sementara roda belakang tetap dibiarkan posisi menempel di jalan.
Harapannya waktu di kampung halaman, motor tersebut juga bisa digunakan.
Ada pemudik yang mengendarai motor (sepertinya sepasang suami istri) yang terkesan lucu dan membuat orang yang melihatnya bisa tertawa sendiri.
Bayangkan pemudik tersebut pakai kostum dan penutup wajah ala ultramen dan power ranger, dengan kardus di belakang, dan tas besar di depan pengendara.
Hal ini menyebabkan pengendara menjadi tidak leluasa dalam mengendarai dan mengendalikan motor.
Bahkan, ada yang mudik pakai sepeda motor dengan membawa monyet di depan pengendara motor.
Peristiwa ini tentu saja sangat membahayakan orang yang membonceng maupun yang dibonceng.
Ada juga kenekadan pengemudi mobil jenis stasiun. Mobil dengan kapasitas maksimal 8 orang (termasuk pengemudi), dimodifikasi.
Pintu belakang yang biasanya untuk lewat dan menaruh bagasi dibiarkan tetap terbuka.
Di bagasi itulah dikasih plat baja menjorok ke belakang, untuk tambahan tempat duduk penumpang.
Alhasil mobil tersebut akhirnya dapat mengangkut sebanyak 12 orang, termasuk pengemudi.
Tentu saja tindakan ini sangat konyol dan membahayakan keselamatan penumpang.
Beruntung ketahuan Petugas Kepolisian, dan akhirnya penumpang yang kelebihan diminta untuk turun.
Alhamdulillah dari pengamatan penulis, arus mudik maupun arus balik lebaran tahun 1447 Hijriyah atau bertepatan dengan Tahun 2026 Masehi sudah bisa ditangani dengan baik oleh Pemerintah dalam berbagai tingkatan.
Arus lalu lintas bisa dikendalikan dengan tertib dan tidak banyak jumlah kecelakaan yang menyertainya.
Pemanfaatan teknologi informasi memberikan kontribusi positif terhadap pengendalian arus mudik dan arus balik.
Demikian juga fungsi rekayasa lalu lintas sangat berarti terhadap keberhasilan kelancaran arus lalu lintas.
Hanya saja ada kejadian yang membuat orang tertawa, di mana mobil dalam jumlah banyak dan terus menerus masuk jalan sempit di tengah sawah, karena tersesat mengikuti petunjuk google map.
Di titik-titik seperti ini diperlukan petugas yang sigap untuk mengarahkan alur jalan yang benar.
Moga ritual mudik lebaran tahun depan lebih lancar lagi dan persiapkan bekal yang cukup selama mudik ke kampung halaman.
Jangan memaksakan diri untuk pulkam, jika kondisi keuangan tidak memungkinkan.
Selamat Idul Fitri 1447 Hijriyah. Selamat meraih kemenangan. Minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260318_Kapal-PELNI-Balikpapan-Mudik-Lebaran.jpg)