Senin, 27 April 2026

Opini

Refleksi Hari Buku Sedunia: Minat Baca Masih Sangat Rendah

Mengapa buku itu penting? Sampai-sampai UNESCO menetapkan tanggal 23 April sebagai Hari Buku Sedunia dan sejak kapan Hari Buku Sedunia diperingati?

Editor: Sumarsono
TRIBUNKALTIM.CO/IST/DOK PRIBADI
PENULIS: Dr. Drs. Moh. Jauhar Efendi, M.Si., CH.Ps., Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim. 

Di Giza saja ada 3 (tiga) piramida. Sebenarnya ada 18 peninggalan piramida dan lokasinya tersebar di di berbagai tempat. Tetapi yang terkenal dan sering dikunjungi wisatawan ada di Giza, tidak terlalu jauh dari Kota Cairo.

Tiga piramida yang ada di Giza memiliki ukuran yang berbeda-beda. Terbesar adalah Piramida Khufu (piramida agung), kedua Piramida Khafre, dan ketiga Piramida Menkaure.

Piramida di Mesir, khususnya Piramida Giza, mulai dibangun sekitar tahun 2580 SM dan selesai sekitar tahun 2565 SM, selama pemerintahan Pharaoh Khufu.

Satu batu yang terlihat kecil dari kejauhan besarnya seperti batu bata.

Ternyata setelah didekati satu buah batu tingginya melebihi tinggi manusia, dan beratnya lebih dari satu ton.

Piramida  disusun dari jutaan batu. Piramida-piramida ini merupakan makam bagi firaun dan permaisuri mereka, dan merupakan contoh arsitektur kuno Mesir yang luar biasa.

Dengan membaca buku, Anda bisa membayangkan bagaimana tingkat kesulitan mengumpulkan, membawa dan menyusun jutaan batuan tersebut sebelum ada teknologi modern.

Jadi hingga saat ini, piramida tersebut  telah berusia tidak kurang dari 4.500 tahun.

Selain membuka dan menambah wawasan, dengan membaca buku, kita bisa melampaui batas fisik.

Misalnya Anda tinggal di Samarinda, Anda bisa ke London, ke Mars, ke masa kejayaan jaman Majapahit. Jadi dengan membaca buku bisa tembus ke ruang dan waktu yang berbeda.

Baca juga: Minat Baca Masyarakat Meningkat, Paser Masuk 3 Besar Literasi Kaltim

Buku merupakan sumber perspektif baru. Tiap buku satu jendela.

Makin banyak buku dibaca, makin banyak jendela di rumah Anda. Anda jadi mengerti cara pandang atau sudut pandang orang lain.

Cara pandang petani, nelayan, buruh, majikan, raja, rakyat jelata, korban perang, korban penindasan, tentu ada perbedaan. Dunia menjadi tidak sempit ketika Anda banyak membaca buku.

Jendela bukan hanya untuk lihat keluar, tapi juga membuat Anda sadar. “Oh ternyata dunia seluas ini”. Dari situ akhirnya muncul sebuah kesadaran.

Muncul rasa keingintahuan, muncul sikap kritis menyikapi keadaan dan dorongan untuk lebih giat lagi belajar. Muncul keinginan untuk meraih prestasi terbaik (need achievement).

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved