Opini
Hari Palang Merah Dunia: Terjadi Degradasi Nilai Kemanusiaan?
Setiap tanggal 8 Mei, masyarakat dunia memperingati Hari Palang Merah Internasional. Tema peringatan pada Tahun 2026 ini adalah “United in Humanity”.
Pertama, menghormati Henry Dunant sebagai Bapak Palang Merah.
Kedua, memberikan apresiasi kepada relawan, karena hingga saat ini tidak kurang ada 16 juta realawan Palang Merah/Bulan Sabit Merah di 191 negara.
Ketiga, kampanye nilai kemanusiaan, yaitu netral, imparsial, sukarela, dan universal.
Keempat, mengingatkan kepada dunia, bahwa bantuan kemanusiaan itu tidak mengenal batas negara, agama atau politik.
Netral, maksudnya tidak berpihak pada konflik bersenjata. Netral bisa dimaknai tidak terlibat kontroversi politik, ras atau agama.
Netral dimaksudkan agar dapat akses ke semua korban.
Kalau Organisasi Palang Merah, baik Internasional maupun Palang Merah Nasional tidak netral, atau dianggap memihak, maka pintu masuk ke daerah konflik pasti ditutup. Akibatnya korban tidak bisa mendapatkan pertolongan.
Karena itu, Nasional atau Palang Merah Indonesia gak boleh pasang spanduk calon legislatif (caleg) di ambulans, kendatipun caleg itu sebagai donatur.
Sedangkan prinsip imparsial adalah prinsip tidak memihak. Imparsial itu artinya menolong orang murni berdasarkan kebutuhan.
Bukan menolong orang karena kesamaan suku, kesamaan agama, kesamaan preferensi politik.
Dengan kata lain menolong orang tanpa melihat siapa dan apa latar belakang orang yang ditolong.
Ada tiga prinsip utama imparsial. Pertama, tidak diskriminatif.
Artinya, tidak memilih korban yang akan ditolong. Apakah dia tentara musuh atau teman, kaya atau miskin, seagama atau beda agama, tetap ditolong kalau membutuhkan.
Contoh waktu perang, Palang Merah Internasional mengobati tentara dari kedua belah pihak.
Tidak menanyakan dulu, “kamu dari kubu mana”?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260126_Jauhar-Efendi-Koordinator-Widyaiswara.jpg)