Opini
KPC dan Dilema Transparansi Informasi
Kecelakaan kerja yang berujung meninggalnya karyawan, kembali terjadi di tambang PT Kaltim Prima Coal ( KPC ) pada 29 Mei silam.
Ia bahkan menegaskan, “kami masih melakukan penelusuran untuk mengetahui bagaimana dokumen itu bisa tersebar ke ruang publik, dan siapa pihak yang pertamakali menyebarkannya.” (https://nomorsatukaltim.disway.id/utama/read/75021/memo-rahasia-kpc-bocor-bongkar-fakta-pekerja-yang-tewas-di-lokasi-tambang.)
Tanpa disadari, pernyataan tersebut menyampaikan sinyal keresahan internal, atas terbongkarnya rahasia yang seolah harus dijaga.
Akibatnya, upaya melakukan penelusuran, siapa pelaku pembocoran, menjadi agenda yang seolah harus dilakukan, di tengah duka yang ada.
Tentu saja, kebijakan merahasiakan peristiwa yang ada dan upaya memburu pelaku, menjadi ranah korporasi yang harus tetap dihormati.
Pertanyaannya adalah, apakah tepat ketika pernyataan tersebut harus disampaikan ke publik?
Mungkinkah pernyataan tersebut justru menjadi penegasan bahwa perusahaan tidak transparan?
Di sinilah juru bicara perusahaan harus benar-benar mampu memilah dan memilih, informasi apa yang layak disampaikan ke publik, dan informasi mana yang cukup untuk konsumsi internal korporasi.
Strategi komunikasi harus dijalankan, agar setiap pernyataan tidak menimbulkan masalah baru sekaligus eskalasi isu.
Transparansi di Era Serbamedia
Munculnya pernyataan resmi dari manajemen KPC terkait fatality, layak diapresiasi.
Sayangnya pernyataan tersebut baru disampaikan ketika media sudah berbicara dari sumber yang berbeda.
Tindakan itu terkesan hanya bersifat respons atas berita yang ada. Kalimat yang berbunyi “KPC membenarkan terjadinya insiden kecelakaan”, mengindikasikan tidak adanya informasi awal yang sengaja dikeluarkan oleh korporasi.
Bahasa sederhananya, memorandum sudah terlanjur bocor, sehingga respons atas berita pun harus segera dilakukan.
Pernyataan itupun muncul bukan dalam konteks inisiatif memberikan informasi ke publik.
Pernyataan dan komunikasi ke media lebih merupakan tanggapan atas berita yang terlanjur ramai menghiasi jagat maya.
Dilihat dari konteks ilmu komunikasi, pemberitaan tentang insiden di KPC itu, menyimpan begitu banyak pembelajaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/zul-KPC.jpg)