Berita Kaltim Terkini
Tak Hanya Donna Faroek dan Rudy Ong dalam Korupsi Izin IUP Tambang, Eks Kadistamben Kaltim Terseret
Tak hanya Donna Faroek dan Rudy Ong dalam korupsi izin IUP Tambang di Kalimantan Timur. Eks Kadistamben Kaltim terseret dalam kasus ditangani KPK
Ia juga meminta agar KPK jeli dalam menelusuri kasus yang sudah merugikan bagi warga Kaltim.
Dampak perizinan IUP yang dikeluarkan secara masif oleh pemerintah sudah dirasakan oleh masyarakat.
“Jadi, pengusaha ini tidak akan bisa berjalan dengan lancar jika tidak ada karpet merah dari pemerintah yang memuluskan langkah korupsi ini,” ungkap Mustari.
Terakhir ia menekankan, bahwa semua izin tambang mesti diaudit, sehingga akan terbuka perusahaan mana yang berjalan dengan baik dan tidak.
“Intinya siapapun yang terlibat harus diseret ke meja hukum, mereka harus bertanggung jawab atas semua kerusakan yang terjadi saat ini,” tandasnya.
Kronologi Kasus Suap IUP Kaltim
Jauh sebelum transaksi tersebut, Rudy bersama Iwan sempat menemui Awang Faroek Ishak untuk mempertanyakan masalah perizinan enam IUP miliknya.
Padahal, keenam IUP itu tengah menghadapi gugatan perdata di pengadilan dan proses pidana di kepolisian setempat.
Untuk meloloskan izin, Rudy diduga mengalokasikan Rp 3 miliar, termasuk fee untuk Iwan, yang dikenal sebagai kolega Sugeng, seorang makelar asal Samarinda.
Iwan lalu menemui Amrullah, Kepala Dinas ESDM Kaltim (20102018), guna meminta bantuan perpanjangan izin.
Pada Januari 2015, Iwan mengajukan surat permohonan perpanjangan IUP atas nama sejumlah perusahaan milik Rudy, yakni PT Sepiak Jaya Kaltim, PT Cahaya Bara Kaltim, PT BJL, PT Bunga Jadi Lestari, dan PT Anugerah Pancaran Bulan.
Setelah surat diterima BPPM-PTSP Kaltim, Iwan mengirimkan Rp 150 juta kepada Markus Taruk Allo, Kepala Seksi Pengusahaan Dinas ESDM Kaltim, dan Rp 50 juta kepada Amrullah.
Pada bulan yang sama, Dayang Donna menghubungi Amrullah untuk menanyakan perkembangan perpanjangan IUP.
Lalu, pada Februari 2015, Rudy melalui Sugeng kembali berkomunikasi dengan Dayang untuk bernegosiasi soal “fee” perpanjangan izin.
“Dayang menolak harga Rp 1,5 miliar yang sebelumnya ditawarkan dan meminta Rp 3,5 miliar untuk 6 IUP tersebut,” ungkap Asep.
Setelah permintaan dipenuhi, berlangsung pertemuan di sebuah hotel di Samarinda.
Saat itu, Iwan menyerahkan amplop berisi Rp 3 miliar dalam pecahan Dollar Singapura kepada Dayang.
Sementara Sugeng memberikan tambahan Rp 500 juta dalam pecahan serupa.
“Setelah transaksi, Rudy melalui Iwan menerima dokumen SK 6 IUP dari Dayang, yang diserahkan melalui babysitter Dayang bernama Imas Julia,” ujar Asep.
Pengakuan Rudy Ong Chandra saat Ditahan KPK
Pengusaha tambang asal Kalimantan Timur, Rudy Ong Chandra melakukan perlawanan terhadap petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ditampilkan sebagai tersangka dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (25/8/2025).
Tampak Rudy digiring dua petugas KPK menuju ruang konferensi pers.
Namun, saat diarahkan untuk berdiri di bawah logo KPK, Rudy berjalan ke arah berbeda dan sempat memberontak.
Ia bahkan melontarkan ucapan yang tidak sesuai konteks acara.
“Perkara saya 8 tahun, itu pegawai saya Sugeng namanya orang sana,” kata Rudy di hadapan wartawan.
Tak lama setelah ditampilkan, Rudy kembali digiring ke ruang tunggu untuk menanti mobil tahanan.
Dayang Donna Faroek di Mana?
Meski Rudy Ong Chandra sudah ditahan, namun KPK belum menyebutkan mengenai penahanan Dayang Donna Faroek.
KPK hanya mengumumkan Dayang Donna Faroek sebagai tersangka kasus dugaan suap IUP Kaltim.
Di Kaltim, keberadaan Dayang Donna Faroek tak diketahui.
Anggota Kadin Kaltim memilih bungkam ketika ditanya mengenai keberadaan Dayang Donna Faroek.
Bahkan dalam sebulan terakhir tidak ada berkunjung ke kantor Kadin Kaltim, di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda.
“Nggak ada datang (ke sini), beliau sih jarang ke sini. Sebulanan ini kan ada kegiatan di Jakarta,” ucap salah satu pengurus Kadin Kaltim kepada Tribun Kaltim, Selasa (26/8/2025).
Dilansir dari akun Instagram Kadin Kaltim, @kadin.kaltim.official, dari unggahan terakhir terlihat Dayang Donna Faroek mengikuti acara yang digelar Kadin Indonesia di Jakarta.
Dalam foto tersebut, terlihat Dayang Donna Faroek bersama jajaran pengurus Kadin Kaltim lainnya..
Laki–laki yang tak mau disebutkan namanya tersebut juga tak ingin berkomentar banyak perihal kasus hukum yang tengah terjadi kepada Ketua Kadin Kaltim.
Dia hanya tahu bahwa Donna Faroek sebagai Ketua Kadin Kaltim banyak berkegiatan di Jakarta sebulan terakhir.
“Sebulanan ini di Jakarta. Ada kegiatan. Itu saja sih yang saya tahu,” imbuhnya. (TribunKaltim.co/Mohammad Fairoussaniy-kompas.com)
Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram
Artikel ini telah tayang di Kompas.com.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.