Rabu, 20 Mei 2026

Berita Kaltim Terkini

Reses DPRD Kaltim Soroti Infrastruktur dan Air Bersih, Pengamat Pertanyakan soal Insentif Guru Honor

Laporan reses DPRD Kaltim, diantaranya dari Fraksi Golkar dan Gerindra lebih banyak persoalan infrastruktur, layanan air bersih dan sektor pertanian.

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUN KALTIM/Mohammad Fairoussaniy
RESES DPRD KALTIM - Laporan reses DPRD Kaltim, diantaranya dari Fraksi Golkar dan Gerindra lebih banyak persoalan infrastruktur, layanan air bersih dan pembangunan sektor pertanian di Kalimantan Timur. (TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY) 

Menyongsong tahun 2025-2026, kebutuhan pangan di Kaltim diprediksi akan melonjak signifikan akibat migrasi penduduk ke IKN.

Baca juga: Rahmad Mas’ud Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Balikpapan, Ketua Rudy Ingatkan Adaptasi atau Punah

Fraksi Gerindra mendesak Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim untuk segera melakukan langkah konkret melalui penguatan dan modernisasi pertanian.

Selain itu, pemerintah provinsi diminta dengan tegas untuk tidak mengalihfungsikan lahan produktif untuk kepentingan lain demi menjaga kemandirian pangan.

"Ketergantungan Kaltim terhadap pasokan pangan dari luar daerah perlu semakin dikurangi," kata Abdul Rakhman Bolong anggota Fraksi Gerindra yang dipercaya melaporkan hasil reses.

Meski akses jalan dari Kabupaten Kutai Barat menuju Kabupaten Mahakam Ulu telah mengalami peningkatan, Fraksi Gerindra menilai hal tersebut belum cukup.

Pemprov diminta terus melobi pemerintah pusat agar pembangunan infrastruktur, khususnya jalan penghubung ibu kota kabupaten ke kecamatan, semakin ditingkatkan.

Baca juga: Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Serahkan Bantuan Listrik pada 8 Desa di Kutai Timur

Berdasarkan hasil serap aspirasi di lapangan, berikut adalah rangkuman persoalan yang mendesak untuk diselesaikan.

Peningkatan pembangunan jalan kota dan penerangan jalan umum (PJU), normalisasi sungai untuk cegah banjir serta pembangunan sumur bor dan jaringan pipa air bersih, serta perbaikan jaringan telekomunikasi internet dan listrik di daerah pelosok, ini untuk sektor infrastruktur.

Pendidikan dan Kesehatan, fraksi Gerindra mendorong ada renovasi gedung SMA/SMK, pembangunan ruang belajar baru, serta evaluasi masalah zonasi di Samarinda dan Balikpapan.

“Pemerataan tenaga kesehatan hingga tingkat kelurahan dan kemudahan birokrasi pengusulan ambulans, juga dikeluhkan. Hal ini mencakup sektor kesehatan,” imbuhnya.

Pertanian, Perikanan dan Peternakan juga turut dirangkum fraksi Gerindra DPRD Kaltim, mencakup pencetakan sawah baru dan pemenuhan bantuan pupuk serta alat mesin pertanian (alsintan).

Baca juga: 2 DPO Bom Molotov DPRD Kaltim Masih Diburu, Polisi Lacak Lewat IT

Kemudian, pemberian bantuan mesin kapal, jaring, dan permodalan bagi nelayan untuk meningkatkan kesejahteraan.

Terakhir, pelatihan pertanian bagi generasi muda agar menjadi petani handal.

Catatan lain, peningkatan sarana tempat ibadah dan kelanjutan program umroh bagi pengurus masjid, bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pelatihan kewirausahaan dan modal bagi UMKM, serta penataan pasar tradisional agar lebih bersih dan nyaman bagi masyarakat.

“Fraksi Gerindra berharap hasil reses ini menjadi acuan bagi Pemprov Kaltim dalam menyusun program pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat di seluruh pelosok Kaltim,” pungkas Abdul Rakhman Bolong. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved