Pilgub Kaltim 2018

Golkar Resmi Usung Sofyan Hasdam-Nusyirwan, Ini Jadwal Daftar ke KPU Kaltim

Partai Golkar akhirnya berkoalisi dengan NasDem mengusung pasangan bakal calon Andi Sofyan Hasdam-Nursyirwan Ismail

Golkar Resmi Usung Sofyan Hasdam-Nusyirwan, Ini Jadwal Daftar ke KPU Kaltim
tribunkaltim.co/BUDHI HARTONO
Sofyan Hasdam (Plt Sekretaris DPD I Partai Golkar Kaltim).

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Partai Golkar akhirnya berkoalisi dengan NasDem mengusung pasangan bakal calon Andi Sofyan Hasdam-Nursyirwan Ismail pada Pilgub Kaltim 2018.

Dijadwalkan paslon gubernur dan wagub, Hasdam-Nusyirwan mendaftar ke KPU Provinsi Kaltim, Rabu (10/1) besok sekitar pukul 08.00 Wita.

"Insya Allah, kalau tidak kendala kami akan mendaftar ke KPU pukul 08.00 Wita, doakan semuanya berjalan lancar," ujar Sofyan Hasdam saat dihubungi Tribun melalui sambungan telepon, Senin (8/1) malam.

Menurut Sofyan Hasdam, pihaknya terlebih dahulu mendaftar ke KPUD sebelum deklarasi. Agenda deklarasi sendiri disesuikan dengan jadwal kunjungan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto ke Kaltim. "Deklarasi akan kami lakukan setelah pendaftaran, menyesuaikan kesiapan waktu Ketum kunjungan ke Kaltim," papar mantan Walikota Bontang dua periode ini.

Baca: Empat Pasangan Calon Siap Berebut KT 1, Ini Kandidat dan Parpol Pengusungnya

Hasdam optimistis, kehadiran Ketum Airlangga saat deklarasi paslon yang diusung Golkar-NasDem mampu menggerakkan mesin partai secara maksimal. Terkait dinamika yang terjadi di internal Golkar Kaltim, yakni beberapa DPD yang mendukung Makmur HAPK sebagai bacagub Golkar dinilai hal wajar.

Ia Pasca penetapan Golkar secara kelembagaan akan solid memenangkan figur yang telah diputuskan DPP. "Saya kira wajar saja kalau ada perbedaan pilihan dari pengurus. Memang ada 10 calon yang secara resmi mendaftar ke Golkar. Tapi setelah ada keputusan DPP, otomatis, semua pihak harus menerima," katanya.

Ditanya soal alasan Golkar memilih Wakil Walikota Samarinda Nursyirwan sebagai cawagub, Sofyan mengatakan keputusan itu kewenangan DPP. Dikemukakan, aturan yang berlaku di DPP Golkar, kandidat yang akan diusung tidak boleh terlibat selama pembahasan penetapan pasangan calon.

Baca: Empat Perkara Dugaan Korupsi di Kabupaten Ini Bakal Dituntaskan Kejati Kaltim

Hasdam percaya keputusan DPP sudah melalui kajian dan pertimbangan yang matang. "Saya tidak paham alasan spesifik DPP menetapkan pak Nursyirwan sebagai cawagub. Tapi yang pasti ini sudah melalui kajian dan simulasi menang. Prinsipnya, Golkar mau menang. Jadi tidak mungkin diputuskan kalau simulasinya tidak masuk," ungkapnya.

Lebih lanjut, Sofyan Hasdam mengaku akan kembali ke Kaltim, Selasa (9/1) sore. Rencananya, waktu luang Selasa besok akan digunakan untuk mengurus SKCK di Jakarta.

Baca: KPK dan Polri Harus Awasi Praktik Jual Beli Perahu Partai dalam Momen Pilkada Serentak

"Besok saya urus SKCK dulu, soalnya dulu waktu ibu (Neni Moerniaeni) terpilih jadi Anggota DPR RI, saya pindah domilisi ke Jakarta. Jadi harus urus SKCK di sini," tandasnya. (*)

Penulis: Udin Dohang
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help