Opini Cak Bay
Kampanyemu Harimaumu, Medsos dan Pembualan
Janji menuntaskan kemiskinan dan janji-janji manis lain yang sekarang ora payu alias tidak laku.
Masih ingat dengan gaya blusukan Joko Widodo ketika maju dalam pemilihan Presiden 2014-2019. Strategi kampanye ini sangat efektif dan murah meriah. Tapi ingat ketika Blusukan ini, jarang sekali kita dengar dari Jokowi akan melakukan ini dan itu bila terpilih nanti.
Tetapi dikembalikan kepada konsumen atau pemilih. Tanyakan apa kesulitaan warga, apa yang mereka butuhkan, dengarkan segala curahan hati calon pemilih anda. Sentuh hati calon pemilih anda dengan berbagai cara. Datangi, door to door, mungkin bila anda diminta membersihkan selokan, lakukan itu!!
Hal ini bisa juga dilakukan di media sosial. Posting komentar anda dengan bertanya kesulitan publik, apa masalahnya dan apa kekurangan yang ada di lapangan. Pasti nanti anda mendapat balasan.
Banyak masukan dari publik terkait masalah kota. Toh nanti bila anda terpilih juga harus menyelesaikan permasalahan publik khan.
Bila hal ini berjalan sukses, maka media massa, masyarakat akan menjadi penilainya. Media akan menyajikan berita-berita anda dengan dua gaya blusukan. Blusukan dunia nyata dan blusukan dunia maya.
Sementara warga juga akan ikutan narsis memposting segala pengalamannya bertemu dengan calon kepala daerah di media sosial. Ini artinya sekali kayuh dua pulau terlampaui.
Hal ini menunjukkan keberpihakan anda kepada calon pemilih. Puaskan hati calon pemilih anda agar nantinya tidak hanya memilih. Tetapi bisa menjadi loyal kepada anda.
Ingat!! Janji-janji manis sudah tidak laku. Karena pemilih, rakyat sudah muak dengan janji-janji manis kampanye. Entah itu pemilihan legislatif atau pemilihan eksekutif. Ingat, kampanyemu harimaumu. Banyak obral janji namun tidak bisa memenuhi nanti maka anda akan dicap sebagai pemimpin pembualan. Mau ikam dibilang pembualan!!. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/opini_ahmad-bayasut_20150802_221207.jpg)