Pabrik Pengolahan Kedelai di Bontang, Dianggap Ilegal dan Gunakan Air tak Layak Konsumsi

Selain itu, produksi tahu dan tempe mereka juga dinilai kurang higenis karena menggunakan air sungai sebagai bahan baku.

Pabrik Pengolahan Kedelai di Bontang, Dianggap Ilegal dan Gunakan Air tak Layak Konsumsi
Tribunkaltim.co, Ichwal Setiawan
DARI AIR SUNGAI - Produksi pabrik olahan kedelai menggunakan air sungai sebagai bahan baku. Pengusaha mengaku kualitas air dari PDAM tak baik jika digunakan untuk produksi tempe dan tahu. 

Namun, seperti diatur di dalam Perda itu menyebutkan air sungai dapat dimanfaatkan untuk keperluan peternakan, pertanaman serta budidaya ikan tawar serta rekreasi air.

Hasil uji laboratorium per April lalu kualitas air masih di bawah ambang batas pencemaran. Parameter kualitas air tak menunjukkan indikasi kandungan yang melebihi batas sewajarnya.

“Jadi kelas air dan baku mutu terdiri dari 4 kelas. Hanya untuk kelas pertama saja bisa digunakan untuk bahan baku air minum,” ujar Anwar kepada tribun saat dikonfirmasi di kantornya, Senin (1/7/2019).

Lebih lanjut, Anwar menambahkan sungai di Kota Bontang belum masuk kategori layak konsumsi lantaran debit air yang dianggap minim.

Salah satu indikator sungai jadi bahan baku air apabila debit sungai tersebut mampu untuk dikelola sebagai air baku untuk air minum.

“Tapi debit air kita kan kecil, tidak cukup. Jadi indikatornya belum bisa masuk dalam kelas pertama,” ujarnya.

 Disinggung, terkait praktik sejumlah pabrik olahan kedelai menggunakan air sungai sebagai bahan baku. Anwar mengatakan,

 otoritas untuk menjawab hal tersebut menjadi ranah dinas yanh membidangi (Dinas Kesehatan). “Kami mengurusi tata lingkungan, untuk produknya bisa langsung ke dinas terkait,” ujarnya.

Ternyata bukan hanya persoalan bahan baku  yang digunakan dari air sungai yang tak layak konsumsi, ternyata keberadaan pabrik pengolahan kedelai ini juga masih illegal karena belum mengantongi izin dari dinas terkait.

Dinas Koperasi, Perdagangan dan UMKM (Diskopdag-UMKM)  sampai sekarang belum ada produsen tahu dan tempe di Bontang yang telah  mendapat rekomendasi izin usaha.

Halaman
1234
Penulis: Samir Paturusi
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved