Narkoba di Kaltim Mengkhawatirkan, Pelajar & Mahasiswa Pengguna Narkoba Duduki Peringkat Kedua

Kasus peredaran narkoba di provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) cukup mengkhawatirkan.

Narkoba di Kaltim Mengkhawatirkan, Pelajar & Mahasiswa Pengguna Narkoba Duduki Peringkat Kedua
TRIBUNKALTIM.CO/ ARIS JONI
Kepala BNNK Balikpapan, M Daud (tengah) saat diwawancara awak media 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Narkoba di Kaltim Mengkhawatirkan, Pelajar & Mahasiswa Pengguna Narkoba Duduki Peringkat Kedua

Kasus peredaran narkoba di provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) cukup mengkhawatirkan.

Pasalnya, dari data Badan Narkotika Nasional (BNN), dari 13 provinsi yang tertinggi di Indonesia, Kaltim menempati urutan kedua untuk penggunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Cuma Diupah Rp 100 Ribu, Seorang Cleaning Service di Balikpapan Nyambi Jual Narkoba

Lidik Kasus Pencurian, Sat Reskrim Polsekta Samarinda Kota Amankan Warga Kalsel yang Bawa Narkoba

BNK Penajam Paser Utara Bakal Sisir 54 Kelurahan/Desa untuk Sosialisasi Penyalahgunaan Narkoba

Begini Nasib eks Lokalisasi KM 17 Balikpapan, BNNK Temukan Masih Jadi Sarang Narkoba

Sedangkan di kalangan pekerja, Kaltim menempati urutan kelima dari 13 provinsi yang tertinggi penggunaan narkobanya.

Hal tersebut, menjadi atensi besar bagi BNN Provinsi Kaltim, khususnya BNNK Balikpapan untuk menekan angka penyalahgunaan di kota Balikpapan.

Bahkan, baru-baru ini BNNK Balikpapan kembali mengungkap kasus narkoba di eks lokalisasi Kilometer 17.

"Kalau untuk pelajar dan mahasiswa, Kaltim peringkat kedua dari 13 provinsi tertinggi penggunaan narkobanya. Tapi kalau kalangan pekerja peringkat kelima," ujar Kepala BNNK Balikpapan, M Daud belum lama ini.

Daud menjelaskan, data ranking tersebut sesuai hasil penelitian BNN tahun 2018 lalu dan prevalensi atau kecenderungan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar dan mahasiswa di Kaltim sebesar 5,3 persen.

Sedangkan di kalangan pekerja sekitar 2,00 persen.

"Kalau di kalangan pelajar dan mahasiswa peringkat pertamanya di Jawa Timur sekitar 7,5 persen. Sedangkan untuk kalangan pekerjanya paling tinggi di Jawa Barat sekitar 5,50 persen," bebernya.

Halaman
12
Penulis: Aris Joni
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved