Fakta Lain di Balik Jembatan Kukar Ambruk 2011 Lalu, Roboh Hanya dalam 20 Detik, Puluhan Orang Tewas
Ada sejumlah fakta lain di balik peristiwa jembatan Kukar ambruk tahun 2011 silam
3. Proses evakuasi sempat diperpanjang
Jembatan Kutai Kartanegara (lama) yang membentang di atas Sungai Mahakam, Tenggarong, Kukar, Kaltim, ambruk ke Sungai pada tanggal 26 November 2011 pukul 16.20 Wita. Puluhan kendaraan bermotor ikut tenggelam, dan mengakibatkan 24 orang tewas dan puluhan luka-luka. (Tribun Kaltim/Dwi Ardianto)
Kepala Bagian Penerangan Umum Polri yang saat itu dijabat Komisaris Besar Boy Rafli Amar mengungkapkan Polri dan Tim SAR akan memperpanjang masa evakuasi pencarian korban ambruknya jembatan Kutai Kartanegara (Kukar) hingga minggu depan.
Menurut Boy, perpanjangan itu dilakukan karena saat ini masih banyak korban yang belum ditemukan di sekitar Sungai Mahakam tersebut.
"Proses evakuasi masih terus berlangsung. Dan dengan adanya perpanjangan masa evakuasi ini, diharapkan akan semakin memaksimalkan pencarian korban yang hilang di sekitar lokasi ambruknya jembatan," ujar Boy dalam jumpa pers di mabes Polri, Jakarta, Minggu (4/12/2011)
Boy menuturkan, berdasarkan pantauan tim Polri di lapangan, saat ini tercatat sekitar 13 hingga 16 orang masih belum ditemukan.
Menurutnya, untuk mencari belasan orang tersebut, tim sudah melakukan beberapa cara, salah satunya dengan mengangkat sejumlah kendaraan yang tenggelam di dasar Sungai Mahakam yang berkedalaman 50 meter.
"Masih ada sebuah bus yang masih tenggelam di dalam sungai. Jadi, semoga dengan terangkatnya bus itu akan semakin memperjelas jumlah korban," kata Boy.
Jembatan yang menghubungkan Tenggarong dengan Tenggarong Seberang itu ambruk pada Sabtu (26/11/2011) sekitar pukul 15.30 WITA atau pukul 16.30 WIB.
Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, sebelum runtuh, jembatan itu tengah diperbaiki. Hingga saat ini, jumlah korban meninggal akibat runtuhnya jembatan tersebut sudah 21 orang.