Fakta Lain di Balik Jembatan Kukar Ambruk 2011 Lalu, Roboh Hanya dalam 20 Detik, Puluhan Orang Tewas

Ada sejumlah fakta lain di balik peristiwa jembatan Kukar ambruk tahun 2011 silam

Editor: Doan Pardede

8. Tim ITS Ikut Selidiki Runtuhnya Jembatan Kukar

Jembatan Kutai Kartanegara (lama) yang membentang di atas Sungai Mahakam, Tenggarong, Kukar, Kaltim, ambruk ke Sungai pada tanggal 26 November 2011 pukul 16.20 Wita. Puluhan kendaraan bermotor ikut tenggelam, dan mengakibatkan 24 orang tewas dan puluhan luka-luka. (Tribun Kaltim/Dwi Ardianto)

Tim yang terdiri atas tiga ahli beton dari ITS Surabaya berangkat ke Tenggarong untuk menyelidiki penyebab teknis runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur itu.

"Kalau sekarang masih terlalu dini untuk ditentukan penyebabnya, tapi kami sudah di Tenggarong, sehingga kami akan segera tahu penyebabnya," kata ahli beton ITS, Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD kepada ANTARA per telepon dari Surabaya, Senin.
     
Alumni Purdue University, AS itu mengemukakan hal itu ketika dikonfirmasi tentang penyebab runtuhnya Jembatan Kartanegara pada Sabtu (26/11) sore yang menyebabkan lima orang tewas, puluhan luka-luka, dan puluhan hilang.

Menurut mantan Rektor ITS Surabaya dari Jurusan Teknik Sipil FTSP ITS itu, pihaknya bersama dua rekannya akan menelusuri penyebab runtuhnya jembatan gantung itu mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga laporan pemeliharaan.

"Kalau dikatakan human error atau penyebab lain masih belum terbukti, karena secara teknis memang ada hal yang boleh dilakukan dan boleh tidak dilakukan saat proses pemeliharaan," kata penerima 'Awards of Highest Honor' dari Soka University, Jepang (2008).

Anggota "Asian Center for Engineering Computations and Software" (ACECOMS) itu mengatakan proses pemeliharaan jembatan selama 10 tahun (sejak 2001) juga merupakan hal penting untuk dikaji.

"Kalau proses pemeliharaan tapi ada kendaraan yang melintas itu bergantung proses pemeliharaan seperti apa yang dilakukan, karena ada yang secara teknis boleh tapi ada juga yang tidak boleh sama sekali," katanya.

Pemilik paten untuk "Alat Pengujian Kombinasi Untuk Test Pemercepat Pematangan Beton dan Test Rangkak Tekan Beton" (2001) itu menambahkan pihaknya tidak bisa menentukan berapa lama penelitian akan selesai.

Jembatan Kartanegara itu dikerjakan Hutama Karya yang mendapatkan mandat dari Kementerian PU untuk membangun jembatan yang melintas di atas Sungai Mahakam itu dengan masa pengerjaan selama enam tahun, yakni 1995-2001

Bentang bebasnya, atau area yang tergantung tanpa penyangga, mencapai 270 meter, dari total panjang jembatan yang mencapai 710 meter. 

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved