Fakta Lain di Balik Jembatan Kukar Ambruk 2011 Lalu, Roboh Hanya dalam 20 Detik, Puluhan Orang Tewas
Ada sejumlah fakta lain di balik peristiwa jembatan Kukar ambruk tahun 2011 silam
6. Santunan Korban Tewas Jembatan Kukar Rp 25 Juta
Jembatan Kutai Kartanegara (lama) yang membentang di atas Sungai Mahakam, Tenggarong, Kukar, Kaltim, ambruk ke Sungai pada tanggal 26 November 2011 pukul 16.20 Wita. Puluhan kendaraan bermotor ikut tenggelam, dan mengakibatkan 24 orang tewas dan puluhan luka-luka. (Tribun Kaltim/Dwi Ardianto)
Santunan untuk keluarga korban yang meninggal akibat ambruknya Jembatan Kartanegara di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, sebesar Rp 25 juta.
"Kami akan memberikan santunan Rp 25 juta bagi keluarga korban yang meninggal, Rp 10 juta untuk korban yang menderita luka permanen atau cacat dan Rp 5 juta bagi warga yang menderita luka ringan," kata Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, Jumat (9/12/2011) malam.
Namun pemberian santunan itu akan diberikan setelah seluruh proses evakuasi selesai dilakukan.
"Setelah seluruh proses evakuasi dilakukan dan jumlah korban juga sudah jelas, baru kami akan memberikan santunan tersebut," katanya.
"Kami meminta para keluarga korban agar mau bersabar dan bagi keluarganya yang belum ditemukan kami juga berharap bisa memahami sebab upaya pencarian masih akan terus dilakukan," kata Rita Widyasari.
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara akan terus berupaya mencari korban yang hilang termasuk mengevakuasi objek seperti mobil yang masih berada di dasar Sungai Mahakam.
"Setelah Badan SAR Nasional ditarik, kami masih terus berupaya melakukan pencarian dan evakuasi. Saat ini kami telah memikirkan langkah-langkah yang akan dilakukan terkait upaya tersebut," katanya.
Ia mengatakan, salah satu upaya yang akan dilakukan adalah melibatkan pihak swasta untuk mengevakuasi kerangka jembatan dan mengangkat kerangka mobil yang dimungkinkan masih ada korban di dalamnya.
Jembatan Kartanegara yang menghubungkan Kota Tenggarong, ibu kota Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda, ambruk pada Sabtu (26/11/2011).
Peristiwa tersebut menewaskan lebih dari 2o orang, 39 orang terluka dan hingga saat ini 15 orang masih dalam pencarian. (*)