Fakta Lain di Balik Jembatan Kukar Ambruk 2011 Lalu, Roboh Hanya dalam 20 Detik, Puluhan Orang Tewas
Ada sejumlah fakta lain di balik peristiwa jembatan Kukar ambruk tahun 2011 silam
7. Polri Periksa 29 Saksi Kasus Jembatan Kukar
Jembatan Kutai Kartanegara (lama) yang membentang di atas Sungai Mahakam, Tenggarong, Kukar, Kaltim, ambruk ke Sungai pada tanggal 26 November 2011 pukul 16.20 Wita. Puluhan kendaraan bermotor ikut tenggelam, dan mengakibatkan 24 orang tewas dan puluhan luka-luka. (Tribun Kaltim/Dwi Ardianto)
Kepolisian RI menyatakan proses penyelidikan penyebab ambruknya jembatan Kutai Kartanegara (Kukar) di Tenggarong, Kabupaten Kukar, Kalimantan Timur masih terus berlangsung.
Kepala Bagian Penerangan Umum Polri yang saat itu dijabat Komisaris Besar Boy Rafli Amar mengatakan sejauh ini Polri telah memeriksa 29 orang saksi terkait kasus tersebut.
"Pemeriksaan 29 orang itu bervariasi dari unsur masyarakat, Dinas Pekerjaan Umum, dan dari staf Pemerintah Daerah," ujar Boy dalam jumpa pers di Markas Besar Polri, Jakarta, Minggu (4/12/2011).
Boy menjelaskan, pemeriksaan 29 saksi itu untuk mempelajari apakah robohnya jembatan tersebut merupakan tindakan yang dapat dikategorikan kelalaian sehingga menyebabkan orang meninggal.
Menurutnya, masing-masing saksi tersebut akan diperiksa untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas ambruknya jembatan tersebut.
"Jadi terkait siapa yang bertanggung jawab pada saat perencanaan pembuatan, pelaksanaan pembangunan, juga kepada aspek perawatan. Sampai sejauh mana tingkat kerusakan atau keseriusan sehingga jembatan itu bisa sampai roboh," jelas Boy.
Ketika ditanya apakah Polri akan segera menetapkan tersangka dalam kasus tersebut, Boy mengaku belum dapat menyimpulkannya.
"Karena kesimpulan ini akan muncul usai pemeriksaan saksi selesai. Dengan saksi 29 ini termasuk keterangan ahli yang berasal dari ITB, tentu masih butuh pendalaman. Yang pasti penyelidikan barang dan dokumen sejalan dengan penyedikan tim," kata Boy.
Sebelumnya, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak beberapa saat setelah kejadian mengatakan tidak ada masalah pada konstruksi jembatan yang telah beroperasi selama 11 tahun itu.
Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, sebelum runtuh, jembatan itu tengah diperbaiki petugas.