Virus Corona di Bontang

Jangan Lengah Ancaman DBD Intip Warga Bontang di Balik Covid-19, Begini Penjelasan Walikota Neni

Ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue ( DBD ) tak boleh dipandang sebelah mata di tengah pandemi Covid-19. Hal itu diungkapkan Walikota Bontang, Neni

Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani
Walikota Bontang, Neni Moerniaeni 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue ( DBD ) tak boleh dipandang sebelah mata di tengah pandemi Covid-19. Hal itu diungkapkan Walikota Bontang, Neni Moerniaeni.

Menurutnya, demam berdarah ternasuk jenis penyakit dengan resiko kematian tinggi di Indonesia. Pemerintah tak mau kecolongan di tengah kesibukan mengurusi wabah Covid-19. Sebab itu pengasapan atau fogging tetap dilakukan di beberapa kawasan Bontang.

"Demam berdarah ini, kan, infeksi dengan tingkat kematian tertinggi, ini gak boleh dibiarkan. Kami sudah lakukan fogging, tetap ada itu. Kemarin ada kasus demam berdarah di Loktuan juga sudah fogging di sekitarnya," ungkapnya.

Intensitas fogging bakal ditambah pada bulan Juni mendatang. Biasanya pemerintah bakal membagikan bubuk abate kepada warga. "Tak boleh terlena dengan Covid, sementara ada faktor lain penyebab kematian di Indonesia demam berdarah," katanya.

Neni menyebut telah berkoordinasi dengan perusahaan agar melakukan upaya-upaya kesehatan di area buffer zone mereka. Kaitannya dalam mengantisipasi ancaman DBD di Kota Bontang.

Masuk Musim Pancaroba, Dinas Kesehatan Balikpapan Ingatkan Masyarakat Waspada DBD

Waspada Serangan DBD, Kadinkes Tarakan Sebut Puskesmas Rutin Minta Abate

Bukan Hanya Covid-19, Andi Ishak Ingatkan DBD Juga Patut Diwaspadai di Kaltim dengan Pola 3M

Beberapa laporan yang diterima orang nomor 1 di Bontang tersebut, sudah ada warga Bontang yang memiliki gejala DBD. Beberapa rumah sakit juga ada yang menangani warga Bontang dengan gejala DBD. Biasanya, pasien DBD di Bontang merupakan rujukan dari Marangkayu atau daerah lain di sekitar Bontang.

Sementara, Kasi Surveilans Dinas Kesehatan Bontang Adi Permana menjelaskan kasus demam berdarah biasanya meningkat pada pada musim pancaroba, yakni bulan April sampai Mei.

Kendati saat ini pihaknya konsentrasi dengan penanganan Covid-19 di Bontang. Namun perencanaan penanggulangan DBD juga tetap dipikirkan. "Saya kira tidak seperti tahun sebelumnya, tahun ini tidak terlalu untuk DBD," ucapnya.

Kepala DKK Sebut Kasus DBD di Balikpapan Menurun, Tetap Diwaspadai Balikpapan Utara

Waspada! Sudah 97 Kasus DBD di Samarinda Selama Januari hingga Maret 2020

Pasien DBD Meninggal di Depannya, Bupati Belu Sebut Lebih Berbahaya dari Corona, Ini yang Dilakukan

Pemberitaan sebelumnya, Modesta, salah satu petugas teknisi transfusi darah di Palang Merah Indonesia (PMI) mengatakan donor darah juga diperlukan untuk mengisi kebutuhan stok darah, terlebih di saat darurat. Lantaran penyakit DBD juga bisa menyerang masyarakat kapan pun.

Mantan wakil presiden Indonesia, Jusuf Kalla yang merupakan Ketua Umum PMI menyebut masyarakat yang sehat dapat mendonorkan darahnya di tengah ancaman wabah Covid-19.

Menurutnya donor darah tidak ada hubungannya dengan covid. Bila penyakit DBD meningkat maka stok kantong darah di daerah harus tercukupi. "Kalau pasien corona mungkin tidak terlalu butuh darah, ya. Nah, pasien lain ada yang masih butuh, misal yang cuci darah pasti butuh terus," ujarnya.

Disinggung apakah sudah ada permintaan pasien DBD di Kota Taman, ia mengaku belakangan ini sudah ada permintaan kantong darah. "Kalau permintaan darah untuk DBD tidak banyak, tapi ada. Ya, mudahan tidak banyak. Kalau DBD biasanya butuh darah segar. Selama ini kami lebih gencar cari pendonor lewat medsos, ya, itu untuk pasien DBD," jelasnya.

Demam berdarah tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya DBD menjadi penyakit dengan tingkat kematian tertinggi di Indonesia. (Tribunkaltim.co/Bontang)

IKUTI >> Update Virus Corona

IKUTI >> Update Virus di Bontang

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved