Kisah Lurah Kanaan Bontang, Hadapi Warga Marah Sampai Coret Nama Penerima Sebab Ketahuan Mampu

Deddy Marpaung, Lurah Kanaan Kecamatan Bontang Barat dua bulan belakangan disibukkan mengurus hak warga yang terdampak Covid-19.

TRIBUN KALTIM / ICHWAL SETIAWAN
Pegawai Disdukcapil memusnahkan 2.500 keping e-KTP Invalid di halaman Kantor Disdukcapil Kota Bontang di jalan Awang Long, Kecamatan Bontang Utara, Sabtu (15/12) petang. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Deddy Marpaung, Lurah Kanaan Kecamatan Bontang Barat dua bulan belakangan disibukkan mengurus hak warga yang terdampak Covid-19.

Semangatnya, program BLT ( Bantuan Langsung Tunai ) pemerintah harus tepat sasaran kepada warga yang membutuhkan. Saat ini penyaluran BLT tahap II sedang dilakukan, setidaknya 390 warga Kanaan menerima bantuan.

"Sebenarnya pasti ada. Gak hanya kelurahan di sini. Ada keluhan itu. Masyarakat berharap sah saja. Tapi kita serahkan ke teman-teman RT yang tahu persis kondisi masyarakat masing-masing," jawabnya, saat ditanya adakah suara minor warga yang tak dapat BLT.

Lebih lanjut, ia mengingatkan warga tentang masa sanggah. Dipersilakan bagi warga yang merasa keberatan atau ada keluhan terkait program BLT, agar melapor ke kantor kelurahan. "Kan ada masa sanggah, kalau kurang pas," ucapnya.

Baca juga; 4 Terdakwa Kasus Narkoba Jenis Sabu 41 Kg Divonis Hukuman Mati di PN Samarinda

Baca juga; Bertambah Lagi Tiga Kasus Positif Covid-19 di Balikpapan, Kasus dari OTG Terus Meningkat

Dicontohkan Deddy, misal kasus pada penyaluran BLT tahap pertama, dimana pihaknya menemukan penerima yang sebenarnya masuk golongan orang mampu.

Kendati suaminya kena PHK, namun istrinya merupakan PNS. Walhasil, pihaknya membatalkan penerimaan BLT kepada yang bersangkutan. Namanya dicoret dari daftar penerima BLT pemkot Bontang.

"Dari 256, ada 2 yang tak terbagi. Itu semua kelurahan ada seperti itu, dananya kami kembalikan ke kas negara. Ternyata dia mampu, suami di PHK, istrinya PNS. Tahap pertama dicoret itu, pas mau dikasih ( BLT ), kami kroscek, maaf ini belum berhak. Responnya, ya, ma gak mau harus terima," bebernya.

Baca juga; Dapat Seribu Alat RDT dari Pemprov Kaltim, Dinas Kesehatan Berau Bakal Melakukan Tes Massal

Baca juga; Telkomsel Donasikan 600 Unit Alat Pelindung Diri ke Pemerintah Kota Balikpapan

Selain itu, pengalamannya yang lain yakni menghadapi warga yang tidak terima gara-gara tak dapat BLT. Warga itu marah-marah di tempat penyaluran BLT. Dengan upaya dialogis dibantu Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat, akhirnya mampu meredam emosi warga.

"Ada juga tahap 1 kemarin warga datang marah-marah, namanya gak masuk. Kita kasih penjelasan benar-benar. Untungnya bisa paham," ucapnya.

Bagi warga yang tak menerima BLT pemerintah Bontang tak perlu risau, pihaknya memastikan bakal tetap dapat bantuan. Masih ada klaster bantuan dari pihak swasta yang masuk ke Kelurahan Kanaan.

"Yang gak lolos ( BLT ), kami suport bantuan swasta. Dari PT Pupuk dan Badak. Yang dapat dari Penkot gak kami beri lagi. Sebenarnyanm mirip-mirip saja bantuanhya, tapi nominalmya, kan, memang beda ya," ucapnya. (Tribunkaltim.co/Fachri)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved